Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Korps Marinir Segera Realisasikan Yonif-10 di Kepri


7 Februari 2012, Surabaya: Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington menyampaikan rencana Korps Marinir untuk segera merealisasikan Batalyon Infantri-10 (Yonif-10) Marinir/Berdiri Sendiri (BS) di Kepulauan Riau (Kepri).

"Yonif-10 itu tugas utamanya untuk menghadapi perompakan di Selat Malaka. Setelah itu juga akan direalisasikan pembentukan Batalyon Infantri-11 (Yonif-11) Marinir di Sorong," katanya saat menghadiri olahraga bersama dengan Prajurit Marinir Wilayah Timur (Marwiltim) di Bhumi Marinir, Gunungsari, Surabaya, Selasa.

Dalam acara yang diprakarsai Komando Pendidikan Marinir (KODIKMAR) dan dimeriahkan dengan senam dan jalan sehat keliling ksatrian itu, Komandan Pasmar-1 menyampaikan pesan dari Komandan Korps Marinir bahwa Marinir itu besar dan yang mampu membesarkan Korps Marinir adalah prajurit Marinir.

"Sebaliknya justru prajurit Marinir pula yang mampu merongrong dan mengerdilkan Korps Marinir itu sendiri melalui perbuatan-perbutan yang tidak terpuji, namun saya jamin Kasgartap III Surabaya sebagai penegak disiplin dan prajurit Marwiltim berkomitmen untuk mengurangi pelanggaran," katanya.

Dalam olahraga bersama yang juga dihadiri Kasgartap III Surabaya Brigjen TNI (Mar) Chaidir Pantonnory, Wadan Lantamal V Surabaya Kolonel Marinir I Ketut Suardana, dan Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir Saud Tambatua itu, Komandan Pasmar-1 juga menyampaikan pesan dari Komandan Korps Marinir.

"Jaga Korps Marinir, jaga kebesaran nama Korps Marinir dan jaga citra nama baik Korps Marinir. Hanya kitalah prajurit-prajurit Marinir yang mampu membesarkan nama Korps Marinir," katanya.

Setelah sambutan selesai, ia menyerahkan hadiah kepada Atlet Bisam Marwiltim ke-10/2012 yang mendapatkan medali emas, perak dan perunggu di Brunei Darussalam dan "doorprize" oleh Komandan Pasmar-1.

Sementara itu, empat tim dinyatakan lolos dalam semifinal turnamen sepak bola antarsatuan/batalyon bertajuk "Danbrigif-1 Marinir Cup 2012" yang dibuka Komandan Brigif-1 Marinir, Kolonel Marinir Amir Faisol pada 20 Januari lalu.

"Pertandingan semifinal akan digelar pada Rabu (8/2). Dalam turnamen yang diikuti 21 tim itu, empat tim akan berlaga di semifinal, yaitu Yonangmor-1 Marinir, Yonif-1 Marinir, Yonzeni-1 Marinir, dan Yonif-5 Marinir," kata ketua panitia pelaksana turnamen, Letkol Mar Dodi Mugiat.

Ia mengatakan, pertandingan pertama mempertemukan Yonangmor-1 Marinir melawan Yonif-1 Marinir, sedangkan pertandingan kedua antara Yonif-5 Marinir melawan Yonzeni-1 Marinir.

"Partai final akan digelar pada 9 Februari 2012, sekaligus penyerahan piala dan uang pembinaan sebesar Rp10 juta untuk juara pertama, Rp7 juta untuk juara kedua dan Rp5 juta untuk juara ketiga," katanya.

Sumber: ANTARA Jatim

Selasa, 03 Januari 2012

Taifib Korps Marinir Latihan Parameter Tempur

3 Januari 2012, Surabaya: Sejumlah anggota Tim Anti Teror Pasukan Khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, melakukan latihan parameter tempur di Batalyon Taifib-1 Marinir, Karangpilang, Surabaya, Selasa (3/1). Latihan tersebut dimaksudkan untuk mengasah kemampuan prajurit sebagai pasukan khusus Korps Marinir yang mampu bertempur di darat, laut dan udara (Tri Media). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/pd/12)

Kamis, 29 Desember 2011

Marinir Angkat Tiga Warga Kehormatan Baru

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (tiga kanan), Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo (empat kanan), Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat (Kanan) dan Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (lima kanan), memakai baret ungu Korps Marinir, di Mangga Dua, Pusat Latihan Tempur Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (29/12). Penyematan dan pengukuhan baret ungu untuk ketiga perwira tinggi berbintang empat sebagai warga kehormatan Korps Marinir TNI AL. (Foto: ANTARA/Seno S./Koz/mes/11)

31 Desember 2011, Situbondo (SINDO): Warga kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) bertambah. Kemarin, pasukan TNI AL baret ungu ini mengangkat tiga perwira tinggi dalam sebuah upacara di pusat latihan tempur Marinir,Karangtekok,Situbondo, Jawa Timur.

Ketiga warga kehormatan itu adalah Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, dan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat. Secara bergantian ketiga jenderal ini menerima simbol kebesaran Marinir berupa baret ungu yang disematkan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dengan didampingi KSAL Laksamana TNI Soeparno.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengatakan, pengukuhan ketiga perwira tinggi itu sebagai warga kehormatan Korps Marinir TNI AL karena beberapa pertimbangan. Pertama, kontribusi dan perhatian mereka terhadap kemajuan Korps Marinir TNI AL.

“Kedua adalah bentuk apresiasi atas keteladanan jiwa, sikap,semangat,dan komitmen tinggi yang diberikan kepada Marinir. Ini berarti sudah ada 29 warga kehormatan di satuan ini,”tegas Untung. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menilai, penerimaan sebagai warga kehormatan Marinir adalah bentuk apresiasi besar terhadap institusi Polri. “Kami melihat profesionalisme dan semangat yang begitu tinggi dari Korps Marinir dalam menjaga NKRI. Kami berharap, poin ini bisa tertular pada satuan kami,”ujarnya.

Hal senada disampaikan KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. “Tiada kata yang bisa saya ucap selain saya bangga pada hari ini,” tegasnya. Adapun KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat berharap, pengangkatan warga kehormatan tersebut menjadikan TNI dan Polri semakin solid dalam bertugas dan mengabdi pada negara.

Prosesi pembaretan ketiga warga kehormatan itu diawali dengan beberapa penerjun free fall Korps Marinir TNI AL dengan membawa baret ungu kebanggaan yang kemudian diserahkan kepada Panglima TNI untuk disematkan kepada Kapolri,KSAD, dan KSAU.

Sebelumnya, Kapolri dan ketiga kepala staf angkatan didampingi petinggi TNI bertolak dari Surabaya menggunakan helikopter dan mendarat di atas KRI Makassar-590 yang sedang bermanuver di perairan Banongan Situbondo.Mereka selanjutnya mengikuti prosesi pendaratan amfibi dengan menaiki kendaraan pendarat amfibi LVT-7.

Kendaraan tempur amfibi ini mengikuti manuver gelombang pendaratan kendaraan amfibi yang lain, terdiri atas lima unit PT 76, enam unit BTR 50,empat unit LVT-7,dan dua unit KAPA.

Setelah mendarat di pantai Banongan, Kapolri dan para kepala staf TNI meninjau stelling senjata multilaras RM 70 grad dan Howitzer 105 mm serta merasakan langsung uji tembak senjata tersebut.


Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (kiri), Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. ALfan Baharudin (dua kiri) dan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo berada diatas kendaraan amfibi LVT - 7, usai pendaratan di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (29/12). Pendaratan amfibi tersebut dalam rangka latihan Pemantapan Brigade Pendarat (Lattap Brigrat), latihan kesenjataan terpadu dan pembaretan atau pengangkatan Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo sebagai warga kehormatan Korps Marinir. (Foto: ANTARA/Seno S./Koz/mes/11)

Dua kendaraan tempur amfibi melakukan pendaratan di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (29/12). Pendaratan amfibi tersebut dalam rangka latihan Pemantapan Brigade Pendarat (Lattap Brigrat), latihan kesenjataan terpadu dan pembaretan atau pengangkatan Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo sebagai warga kehormatan Korps Marinir. (Foto: ANTARA/Seno S./Koz/mes/11)




Seorang prajurit Kops Marinir melakukan terjun static dari pesawat Casa NC212 dari Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, di atas Puslatpur Korps Marinir TNI AL Baluran, Karangtekok, Situbondo, Kamis (29/12). Penerjunan 70 prajurit Korps Marinir tersebut, dalam rangka Latihan Kesenjataan Terpadu dan Pemantapan Brigade Pendarat Marinir serta Pembaretan KSAD, KSAU dan Kapolri sebagai Warga Kehormatan Marinir, yang digelar di Puslatpur Marinir Baluran Karangtekok Situbondo. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/11)

Sumber: SINDO

Senin, 26 Desember 2011

Korps Marinir Gelar Latihan Pemantapan Brigade Pendarat


26 Desember 2011, Jakarta (Dispenal): Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar Latihan Pemantapan Brigade Pendarat (Lattap Brigrat), di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, mulai 26 hingga 29 Desember 2011.

Kegiatan yang berlangsung empat hari ini digelar dalam rangka meningkatkan kemampuan taktik dan tehnik serta keterampilan tiap-tiap kesenjataan dijajaran Korps Marinir, yang mana Latihan tersebut merupakan latihan gabungan seluruh unsur-unsur kesenjataan yang dimiliki oleh Korps Marinir TNI AL.

Sementara itu tujuan dari latihan yang melibatkan 3000 prajurit baret ungu ini untuk menjadikan setiap prajurit Korps Marinir TNI AL memiliki naluri lapangan yang tinggi dan memiliki kemampuan bertempur sesuai dengan kesenjataan masing-masing.

Kecuali melibatkan ribuan prajurit, latihan ini juga diikuti sejumlah material tempur yang dimiliki oleh Korps Marinir TNI AL diantaranya : 15 unit BMP-3F, 5 unit Tank PT-76, 32 unit BTR-50, 6 unit LVT-7, 4 unit BVP-2, 6 unit Roket Multi Laras (RM 70 Grad), 8 pucuk Howitzer 105 mm, dan 4 pucuk Meriam 57 mm. Selain itu juga melibatkan 7 pesawat udara (3 unit Heli, 4 unit Cassa 212), 3 buah Kapal Perang ( KRI Teluk Mandar, KRI Hasanudin, KRI Makassar), dan 4 unit Sea Raider.

Sumber: Dispenal

Minggu, 25 Desember 2011

Persiapan Latihan Kesenjataan Terpadu Korps Marinir


25 Desember 2011, Situbondo (ANTARA News): Sejumlah kendaraan tempur Korps Marinir saat melintas di jalan raya Asembagus - Banyuwangi, Minggu, (25/12). Pergeseran kendaraan tempur Korps Marinir itu dalam rangka persiapan latihan kesenjataan terpadu (Latsendu) Korps Marinir yang akan dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis, 29 Desember 2011. (Foto: ANTARA/HO-Sertu Marinir Kuwadi/ed/NZ/11)

Selasa, 13 Desember 2011

Pasukan Katak Tangani Aksi Perompakan

Sejumlah prajurit gabungan dari TNI Angkatan Laut (AL) dan Udara (AU) beraksi saat simulasi anti perompak pada acara Dirgahayu Hari Nusantara di Dumai, Riau, Selasa (13/12). Dalam atraksi tersebut TNI juga menurunkan beberapa jenis pesawat seperti Hercules, Hawk dan F 16. (Foto: ANTARA/Viki Payoka/ed/11)

13 Desember 2011, Dumai (Jurnas.com): Unit Anti Perompakan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Armada RI Kawasan Barat tengah beraksi dalam latihan menangani aksi perompakan di atas kapal M.V. Intan Daya, pada peringatan Hari Nusantara di Pelabuhan Agro Bisnis, Dumai, Provinsi Riau, Selasa (13/12). Demikian siaran pers dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut yang diterima Jurnal Nasional.

Selain peringatan puncak Hari Nusantara, kegiatan lain yang telah dilaksanakan dalam rangka Hari Nusantara 2011 di antaranya seminar Kemaritiman, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Festival Olah raga Perairan, Bakti Sosial TNI AL Surya Baskara Jaya, Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari, Sail Wakatobi Belitong, Seminar Kebangsaan Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan, Pameran The 2nd Indonesia Blue Revolution, Lomba Masak Serba Ikan, dan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus), Latihan Gabungan (Latgab) TNI tingkat Batalyon, dan lain-lain.

Rangkaian acara tersebut dimulai sejak bulan Juni 2011 yang dibuka di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan berujung pada puncak acara peringatan Hari Nusantara. TNI AL turut ambil bagian dalam menyemarakkan Hari Nusantara itu, antara lain dengan melakukan sailing pass bersama sejumlah kapal dalam maupun luar negeri.

(Foto: ANTARA/Viki Payoka/ed/11)

Peringatan Hari Nusantara ini sejalan dengan Deklarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957, yang merupakan dasar dari Indonesia menjadi negara kepulauan.

Dengan perkembangan sosial ekonomi di Indonesia yang baik, maka tanggal 13 Desember ditetapkan sebagai Hari Nusantara melalui Kepres No. 126 tahun 2001.

Deklarasi Juanda pada 13 Desember 1957 mendasari perjuangan bangsa Indonesia menjadi Negara Kepulauan sebagai konsepsi kewilayahan untuk mewujudkan Wawasan Nusantara. Bertolak dari situ, maka pada 13 Desember dinyatakan sebagai “Hari Nusantara”.

Sumber: Jurnas

Latgab TNI Tingkat Batalyon


13 December 2011, Surabaya (Dispenarmatim): Kolonel Laut (P) I Nyoman Sudiartawan selaku Komandan Sub komando Tugas Gabungan Amfibi (KOGASGABFIB),melibatkan 941 personel, terdiri pasukan pendarat Marinir 469 personel dengan berbagai perlengkapan seperti 2 unit tank amphibi, 5 unit Kapa, 2 howitzer dan 2 unimobe. Sedang unsur laut yang terdiri dari KRI Makasar-590, KRI Banjarmasin-592, KRI Banda Aceh-593 serta KRISilaspapare-386. Adapun unsur udara terdiri 1pesawat terbang jenis cassa,1 heli jenis bell serta tim pendukung terdiri dari satu Tim Kopaska,satu Tim Taifib,satu Tim Penyelam serta satu Tim Divisi pantai.

Dalam latihan tersebut disekenariokan, dengan hasil penyelidikan Intelijen bahwa gerakan separatis bersenjata dengan penggalangan federasi Sonora yang berambisi menguasai sumber daya alam, obyek vital seperti gudang Besi, gudang minyak pelabuhan baru. telah melakukan berbagai terror, pembunuhan, sabotase maupun penyerangan terhadap aparat Pemerintah Daerah (PEMDA) serta satuan TNI/POLRI di wilayah Dumai Kepulauan Riau, sehingga mengakibatkan lumpuhnya pemerintahan kota Dumai.

Operasi serangan Amfibi yang bersandikan Lancang Kuning melaksanakan penyerbuan dipantai Mundang dan pantai Makmur Sabtu (10/12) pukul 05.00. Pendaratan pasukan ke daerah musuh dilakukan, dan sebelum fajar menyingsing daerah sasaran sudah dapat dikuasai oleh pasukan pendarat Marinir (Pasrat). Pada pukul 06.00 WIB.pasukan pendarat marinir telah berhasil mengguasai seluruh daerah sasaran, yaitu pantai Mundang, pantai Makmur, gudang minyak, gudang besi, pelabuhan baru dan wilayah obyek vital(OBVIT) di Kota Dumai Kepulauan Riau lainya.

Latihan gabungan TNI tingkat Batlyon 2011 bertujuan untuk meningkatkan dan menguji kemampuan dalam mekanisme kegiatan. Operasi gabungan dimulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Sedangkan sasaran yang dicapai dalam latihan gabungan TNI tingkat Batlyon ini, adalah untuk meningkatkan kemampuan perorangan maupun satuan dan kesiapan satuanTNI agar terwujudnya kordinasi, kerjasama antar matra sehingga kesiapan operasional satuan TNI dapat terjaga. Disamping itu juga agar teruji apakah organisasi latihan doktrin serta prosedur protap yang ada telah berlaku efektif dan efesien dalam menjamin kesiapan kerjasama antar angkatan pada suatu operasi gabungan. Penutupan latihan gabungan TNI tingkat Batalyon 2011 dilaksanakan pada tanggal 12 Desember di Bandara Dumai Kepulauan Riau Sumatera.

Pasukan Katak Koarmabar Latihan Tempur di Dumai



Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan Latihan Gladi Tugas Tempur setingkat K-2 dengan melaksanakan Manuver Sea Rider Ship Boarding (VBSS), fast rope dan stabo, di Dumai, Jumat (9/12) kemarin.

Kegiatan latihan diawali dengan upacara pembukaan pada tanggal 5 Desember 2011 di Pondok Dayung dengan Inspektur Upacara Komandan Satkopaska Koarmabar Kolonel Laut (P) R. Eko Suyatno. Selanjutnya melaksanakan pergeseran pasukan (Serpas) dengan menggunakan KRI Teluk Celukan Bawang (TCB) - 532 ke daerah latihan di Dumai. Setibanya di dumai, melaksanakan latihan drill VBSS, drill fast rope dan stabo.

Latihan Tempur setingkat K-2 diikuti beberapa detasemen Satkopaska Koarmabar. Tujuan pelaksanaan latihan gladi tugas tempur adalah untuk memelihara, meningkatkan dan memantapkan keterampilan dan kesiapan operasional prajurit Satkopaska Koarmabar. Selain itu untuk mewujudkan kemampuan baik perorangan maupun kerja sama tim agar mampu serta menguasai teknik maupun taktik prosedur di lapangan termasuk bekerjasama dengan unsur-unsur satuan lain guna mendukung tugas pokok TNI khususnya TNI Angkatan Laut.

Menurut Kadispen Koarmabar, Letkol Laut (KH) Agus Cahyono seperti dilansir dalam siaran persnya, Latihan Geladi Tugas Tempur Setingkat K2 Satuan Pasukan Katak Koarmabar dilaksanakan dua minggu pada pertengahan bulan Desember 2011 di Dumai Pekanbaru, Riau. Selama latihan materi yang diberikan antara lain latihan teori dan praktek meliputi VBSS, Fast Rope dan Stabo, terjun free fall serta demolisi bawah air.

Menurutnya, Pelaksanaan Latihan Geladi Tugas Tempur Setingkat K2 Satkopaska tersebut, sekaligus akan dilibatkan dalam demo memperingati Hari Nusantara tanggal 13 Desember tahun 2011 yang dipusatkan di Dumai, Pekanbaru Riau. Prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan Manuver Sea Rider Ship Boarding (VBSS) dalam Latihan Gladi Tugas Tempur setingkat K-2, di Dumai.

Sumber: Koarmatim/Jurnas

Selasa, 15 November 2011

“Sangatta Kembali Kepangkuan Ibu Pertiwi”


16 November 2011, Sangatta (Dispenarmatim): TNI Angkatan Laut yang sedang melaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi dengan sandi “Armada Jaya XXX/11” berhasil “merebut” kembali pantai Sekerat yang telah di kuasai oleh musuh, Jum’at (11/11). Daerah pantai itu berada di Sangatta Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan masuk dalam wilayah Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terjadi “pertempuran” sengit pada dini hari sekitar pukul 04.30 (Wita) ketika Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir TNI AL berusaha merebut kembali wilayah itu kepangkuan ibu pertiwi.

Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi (Pangkogasgabfib) Laksamana Pertama TNI Taufiqurrachman melalui siaran radio yang diakses oleh unsur kapal-kapal Kogasgabfib memerintahkan kepada seluruh pasukan pendarat untuk merebut pantai Sekerat yang telah dikuasai musuh. Dalam taklimatnya Pangkogasgabfib mengatakan “Daratkan Pasukan Pendarat”, kemudian dalam waktu singkat pasukan pendarat yang dipimpin oleh Komandan Pasukan Pendarat (Danpasrat) Kolonel Marinir Amir Faisol keluar dari Tank Deck KRI Surabaya-591 dan KRI Teluk Ende-517 meluncur ke daerah sasaran.

Pendaratan amfibi diawali dengan beberapa ledakan penghancuran (Demolisi) terhadap benteng pertahanan lawan oleh personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL yang sebelumnya telah melakukan infiltrasi penyusupan ke jantung pertahanan musuh di pantai Sekerat. Kemudian disusul ledakan-ledakan berikutnya yang berasal dari Bantuan Tembakan Kapal (BTK) oleh unsur-unsur kapal perang yang berada jauh di tengah laut. Tembakan artileri dari meriam kapal perang membuat konsentrasi musuh menjadi terpencah kemudian pasukan pendarat Marinir dapat berhasil mencapai titik pendaratan meskipun mendapat perlawanan sengit dari pasukan lawan yang berada di darat.

Pasukan Marinir melaksanakan pendaratan lintas pantai dengan barisan terdepan 5 buah Tank jenis Pallawa Tanka (PT) 76M dan 2 buah BVP 2 untuk melaksanakan tembakan perlindungan. Sedangkan yang lainnya menggunakan 12 unit Tank angkut personel Browne Transporter (BTR) dan 4 buah Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Kapa) serta 20 perahu karet. Begitu pasukan marinir tiba di pantai pendaratan langsung disambut dengan rentetan tembakan oleh musuh, dan terjadi pertempuran sengit untuk menguasi daerah itu. Dalam waktu singkat Pantai Sanggatta dapat dikuasai kemudian pasukan yang berada dibawah Komando Tugas Gabungan Pendarat Administrasi (Kogasbagratmin) melakukan pendaratan administrasi menggunakan dua buah kendaraan Landing Craft Utility (LCU) dari KRI Surabaya.

Untuk menghancurkan kekuatan musuh dilaksanakan tembakan penyapuan oleh 2 unit peluncur roket RM 70 Grad dan 2 pucuk meriam Howitzer kaliber 105mm. Namum pertempuran terus berkobar dimana-mana, selanjutnya pasukan Marinir TNI AL dan kendaraan tempurnya memburu sisa-sisa musuh yang bersembunyi di Obyek Vital Nasional (Obvitnas) dermaga Kaltim Prima Coal (KPC). Seluruh kekuatan musuh dapat dihancurkan dan Sanggatta kembali kepangkuan ibu pertiwi.

Operasi pendaratan amfibi itu merupakan puncak acara Latihan Armada Jaya XXX/11 yang digelar oleh TNI AL diwilayah Kalimantan Timur dengan melibatkan seluruh komponen Sistim Persenjataan Armada Terpadu (SSAT) TNI AL. Kekuatan tersebut adalah pangkalan, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang terdiri dari Kapal-kapal Kombatan, kapal selam, kapal amfibi, kapal cepat rudal, buru ranjau, kapal patroli dan kapal bantu (Salvage) juga unsur Pesawat Udara (Pesud) yang terdiri dari pesawat Cassa dan helikopter.

Sedangkan pasukan Marinir mengerahkan satu Batalyon Tim Pendarat (BTP) marinir yang terdiri dari pasukan Infanteri, 5 unit PT 76M, 2 unit Tank BVP, 12 unit Tank BTR, 4 unit Kapa, 2 pucuk meriam Howitzer kaliber 105mm, 23 truck, 2 kendaraan taktis Tatra, 2 unit ambulan medis dan 20 perahu karet. Selain itu juga didukung kekuatan lainnya diantaranya dari adalah 2 tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Intai Para Amfibi (Taifib), Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), kesehatan, Search And Rescue (SAR) serta pandu gelombang dari Divisi Pantai.




Latihan tempur itu disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno didampingi Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Ade Supandi, S.E. selaku Direktur Latihan Armada Jaya XXX/11. Acara itu juga dihadiri beberapa tamu kehormatan dari Atase Pertahanan (Athan) negara sahabat diantaranya Athan Amerika Serikat, Australia, Singapura, Malaysia, Belanda dan Italia serta pejabat Muspida setempat.

Kegiatan latihan Armada Jaya XXX/11 diliput oleh seluruh media, baik cetak maupun elektronik yang berasal dari pusat Jakarta dan media lokal. Dalam konferensi persnya Kasal mengatakan “Latihan Armada Jaya XXX/11 merupakan puncak latihan TNI AL yang diselenggarakan setiap tahun”, tegas Kasal.

Sumber: Dispenarmatim

Korps Marinir Miliki Divisi Sorong-Papua pada 2012

KSAL Laksamana TNI Soeparno (kiri) didampingi Danpasmar I Brigjen TNI (Mar) Farid Washinton (kanan) memeriksa barisan prajurit pada HUT Korps Marinir ke-66 di Karangpilang, Surabaya, Jatim, Selasa (15/11). Pada HUT tersebut prajurit Marinir berikrar siap didaratkan dimanapun demi keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)

15 November 2011, Surabaya (ANTARA News) - Korps Marinir akan memiliki divisi baru yakni Divisi III Sorong-Papua pada tahun 2012 untuk melengkapi Divisi I (Pasmar-1) di Surabaya dan Divisi II (Pasmar-2) di Jakarta.

"Embrionya sudah lama ada di Sorong, yakni satu batalyon di Papua, tapi nantinya akan ditingkatkan menjadi brigade dan akhirnya divisi," kata KSAL Laksamana TNI Soeparno di Surabaya, Selasa.

Ia mengemukakan hal itu setelah memimpin upacara HUT ke-66 Korps Marinir di Lapangan Tembak Lettu Anumerta FX Supramono, Kesatrian Marinir Karangpilang, Surabaya.

Didampingi Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) A Fariz Washington dan Komandan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Sturman Panjaitan, ia menjelaskan penataan itu akan mendorong adanya tiga divisi yakni Divisi I di Jakarta, Divisi II di Surabaya, dan Divisi III di Sorong-Papua.

"Jadi, pengamanan kawasan perbatasan Indonesia dengan negara lain tidak akan ditambah, karena sudah dianggap cukup. Apalagi Marinir memang bukan untuk pengamanan perbatasan laut," ucapnya.

Selain itu, Korps Marinir juga akan menambah tank BMP-3 F sebanyak 54 unit tank dengan 34 tank baru akan direalisasikan pada tahun 2012, sedangkan sisanya menyusul.

"Ke-54 tank baru itu akan ditempatkan di wilayah barat dan timur dengan sebagian tank merupakan produksi dalam negeri. Yang jelas, kalau alat tempur kita bisa dibuat di dalam negeri, ya kita beli di sini," ujarnya.

Kendati demikian, menurut KSAL, Korps Marinir itu bukan pasukan "ecek-ecek" (sepele). "Anda bisa lihat sendiri kesiapan personel dan materiil dari Divisi Infanteri 1 dan 2 dengan seluruh alat tempurnya yang didatangkan ke sini pada HUT ke-66 Koprs Marinir," katanya.

Sejumlah prajurit Korps Marinir melakukan penembakan dengan meriam Howitzer 105 mm pada HUT KE-66 Korps Marinir di Lapangan Tembak Lettu Anumerta FX Supramono, Kesatrian Marinir Karangpilang, Surabaya, Jatim, Selasa.(15/11). Dalam peringatan yang bertajuk "Korps Marinir TNI AL 66 Tahun Hadir di Setiap Palagan Mempertahankan NKRI" itu dimeriahkan dengan sejumlah keterampilan prajurit dan unjuk kesenjataan. (Foto: ANTARA/Saiful Bahri/ss/Spt/11)

Sejumlah prajurit marinir membawa senjata berat Howitzer dengan kendaraan amphibi ketika berparade pada HUT Korps Marinir ke-66 di Karangpilang, Surabaya, Jatim, Selasa (15/11). Pada HUT tersebut prajurit Marinir berikrar siap didaratkan dimanapun demi keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Saiful Bahri/ss/Spt/11)

Upacara HUT ke-66 Korps Marinir yang diikuti 6.155 prajurit itu dimeriahkan dengn atraksi dari 12 tank PT-76 buatan Rusia yang dipakai dalam Pertempuran Trikora pada tahun 1960-an, tiga pucuk Launcher RPG yang pernah dipakai di Aceh dan Timtim, sekaligus demonstrasi terjun statik oleh 60 peterjun dan terjun "Freefall" oleh 11 peterjun yang turun secara bersamaan (bertumpukan).

Sebelumnya (14/11), istri Komandan Korps Marinir yang juga Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir, Ny Nita Alfan Baharudin, merayakan HUT Korps Marinir dengan mengunjungi anggota Marinir Wilayah Timur yang dirawat di Rumah Sakit Marinir, Gunungsari, Surabaya.

Sumber: ANTARA News

Jumat, 28 Oktober 2011

Denjaka Bebaskan Sandera di Kapal Tanker


27 Oktober 2011, Jakarta (Dispenal): Pasukan elit penanggulangan teror Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL berhasil sukses melaksanakan pembebasan penyanderaan yang dilakukan oleh sekelompok teroris sebanyak 10 orang dengan menggunakan senjata senapan campuran dan pistol serta membawa bom yang siap dipasang dan diledakan di Kapal Super Tanker MV Jaya Kusuma Permai 3 yang sedang berlayar dari Bangka menuju Tanjung Priok Jakarta pada posisi sekitar 3 Mil dari pantai, Kamis subuh dini hari (27/10).

Demikian skenario latihan bersama Gultor TNI-Polri “Waspada Nusa III” 2011 yang dilaksanakan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL sebagai Satgas Jala Mangkara yang di BKO kan kepada Satgas Penanggulangan Teror di bawah Komando Operasi Kontijensi Polri. Dalam latihan ini TNI AL mengerahkan sebuah pesawat Cassa CN 212, sebuah helikopter Bell-412, 4 unit Sea Rider dan 2 unit perahu karet.

Pada pembajakan tersebut teroris menyandera 10 orang ABK dan 10 orang penumpang. Dalam penyanderaan itu mereka mengajukan tuntutan kepada Pemerintah Indonesia untuk membebaskan rekan-rekan mereka yang masih dalam tahanan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri serta berusaha mencari dukungan secara politik kepada dunia internasional. Teroris berhasil menguasai kapal MV Jaya Kusuma Permai 3 dengan menempati 3 ruangan yaitu : 3 orang berada di anjungan kapal, 3 orang berada di long room, 2 orang berada di ruang kontrol mesin dan 2 orang berada di geladak kapal melaksanakan patroli menjaga kalau ada aparat yang akan merapat ke kapal. Proses negosiasi yang berlarut-larut dan tuntutannya tidak kunjung dipenuhi oleh Pemerintah, maka mereka menuntut segera disediakan BBM untuk kapal yang dibajak apabila tidak dipenuhi maka para teroris akan mulai membunuh para sandera satu persatu.

Pelaksanaan pembebasan sandera oleh pasukan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dilaakukan sebagai berikut :

1. Kelompok Komando dan Tim Alpha pada pukul 04.30 Wib melaksanakan infiltrasi menuju daerah sasaran dengan Long Range Navigation menggunakan 3 unit Sea Rider, selanjutnya melaksanakan Ship Boarding di dinding kanan kapal sasaran dengan menggunakan tangga serbu yang sudah dirancang dan terpasang di Sea Rider. Tim Alpha di sasaran merencanakan melumpuhkan teroris yang berada di Long Room Kapal.

2. Tim Bravo pada pukul 04.15 Wib melaksanakan infiltrasi menuju titik luncur dengan Long Range Navigation menggunakan 2 unit perahu karet dilanjutkan melaksanakan Selam Tempur menuju ke sasaran. Untuk mendapatkan kerahasian, selanjutnya melaksanakan Ship Boarding di dinding kiri kapal sasaran dengan sarana galah yang sudah dibawa oleh Tim Penyelam Tempur dengan rencana akan melumpuhkan teroris yang berjaga-jaga di Geladak Utama Kapal secara senyap selanjutnya menuju ruangan Kontrol Mesin kapal untuk melumpuhkan Teroris yang berada di ruangan tersebut.

3. Tim Charlie pada pukul 04.30 Wib bergerak dari Lanud Halim Perdana Kusumah menuju daerah sasaran dengan lintas udara menggunakan pesawat CN 212 TNI AL selanjutnya melaksanakan infiltrasi ke sasaran dengan Vertical Landing terjun bebas tempur mendarat di Geladak Utama Kapal. Di sasaran akan melumpuhkan Teroris yang berada di Anjungan Kapal.

4. Tim Delta pada pukul 04.30 Wib sebagai Tim Bantuan melaksanakan infiltrasi menuju daerah sasaran dengan Long Range Navigation menggunakan 1 unit Sea Rider, selanjutnya melaksanakan Ship Boarding di dinding kanan kapal sasaran dengan menggunakan tangga serbu di belakang Tim Alpha, untuk mengamankan Droping Zone Tim Charlie di Geladak Utama Kapal, setelah serbuan Tim Tempur maka Tim Bantuan merencanakan akan mengamankan seluruh Sandera yang berada di Kapal.

5. Tim Echo sebagai Tim Penjinak Bom melaksanakan pergerakan dari Lanud Halim Perdana Kusuma menuju sasaran dengan lintas udara menggunakan pesawat Heli Bell 412 TNI AL selanjutnya melaksanakan siaga udara di daerah sasaran menunggu panggilan dan melaksanakan Fast Ropping di Geladak Utama Kapal untuk melaksanakan penjinakan bom.

Setelah seluruh Tim Tempur Denjaka TNI AL berhasil melaksanakan infiltrasi secara senyap ke MV Jaya Kusuma Permai 3 yang telah dikuasai oleh Teroris dan sudah menempati posisi siap serbu di sasaran masing-masing, maka pada Jam “J” yang telah ditentukan yaitu pukul 05.00 Wib Komandan Detasemen Jala Mangkara Kolonel Marinir Suhartono memerintahkan seluruh Tim Tempurnya untuk melaksanakan serbuan kilat secara serentak tanpa melukai sandera.

Seluruh Teroris berhasil dilumpuhkan dengan kondisi sandera dalam keadaan selamat, Seluruh Tim Tempur melaksanakan pembersihan di sektor sasaran masing-masing, selanjutnya Tim Bravo yang melumpuhkan Teroris di Ruang Kontrol Mesin menemukan paket yang diduga bahan peledak dan melaporkan kepada Dandenjaka, selanjutnya Dandenjaka memerintahkan Tim Echo untuk melaksanakan identifikasi dan penjinakan bom. Tim Echo yang masih berada di Heli Bell pada posisi siaga segera melaksanakan Fast Ropping di Geladak Utama Kapal dan menuju ke Ruang Kontrol Mesin untuk melaksanakan identifikasi paket yang diduga bahan peledak tersebut.

Sementara itu di perairan sekitar MV Jaya Kusuma Permai 3, sudah siap aparat Kepolisian yang dipimpin oleh Manager TKP yang bersiap untuk melaksanakan serah terima kapal, sandera dan tersangka pelaku teroris serta melaksanakan olah TKP.

Setelah Tim Echo mengidentifikasi paket bom, langsung mengamankan paket bom tersebut dan memasukannya ke dalam Bomb Blanket untuk dipindahkan ke daerah aman selanjutnya akan dilaksanakan disposal. Seluruh unsur serbu melaksankan pengamanan dan dilanjutkan konsolidasi serta pengecekan kelengkapan personel, material dan mendata hasil operasi yang akan diserah terimakan kepada pihak Kepolisian.

Dengan berakhirnya proses serah terima kepada pihak Kepolisian maka berakhir pula Latihan Operasi Penanggulangan Teror di Kapal Super Tanker MV Jaya Kusuma Permai 3 oleh Detasemen Jala Mangkara TNI AL.

Sumber: Dispenal

Rabu, 19 Oktober 2011

135 Prajurit Marinir Tiba dari Pulau Terluar

Sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL, melemparkan bunga mawar ke udara usai upacara penyambutan kedatangan Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar-X (Satgasmar Pamputer-X) di Mako Brigif-1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo, Rabu (19/10). Sebanyak 135 personel prajurit Korps Marinir TNI AL kembali ke kesatuan mereka usai menunaikan tugas pengamanan pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/Spt/11)

18 Oktober 2011, Surabaya (ANTARA News): Surabaya - Sebanyak 135 personel prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgasmar Pamputer) X 2011 dari Yonif-3 Marinir, tiba di kesatuan mereka di Bhumi Marinir Gedangan Sidoarjo, Selasa.

Kedatangan itu disambut dengan pengalungan bunga oleh Ny Kristiani Puspita Anggraini (istri dari Komandan Satgasmar Pamputer X Kapten Marinir Widarta Kusuma) sebagai ucapan selamat datang.

Setelah itu, ara anggota Satgas memasuki Kesatrian R. Suhadi Brigif-1 Mar dan disambut ratusan anggota Yonif-3 Marinir yang telah berjajar sambil menyanyikan lagu Mars Brigade Infanteri.

Dalam sambutannya, Komandan Batalyon Infanteri-3 Marinir Letkol Marinir M. Reza Suud menyampaikan rasa bangga atas kerja keras, loyalitas serta dedikasi yang diberikan oleh seluruh personel yang terlibat Satgas Mar Pamputer-X karena telah berhasil mengemban tugas untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Selama lebih kurang tujuh bulan, anggota Satgas telah melaksanakan pengamanan pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Pulau Brass, Pulau Fanildo, Pulau Fani, Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Dana, dan pulau terluar lainnya.

Letkol Marinir M. Reza Suud menambahkan keberhasilan ini dapat tercapai karena mental yang kuat, moril yang tinggi sebagai Prajurit Korps Marinir, dan ridho Tuhan Yang Maha Esa serta doa dari keluarga yang ditinggalkan.

Selesai upacara, razia material dan barang bawaan serta pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk para prajurit yang baru tiba itu untuk mendeteksi dan pencegahan dini dari penyakit dan menjaga agar prajurit selalu dalam kondisi siap untuk melaksanakan tugas berikutnya.

Acara penyambutan tersebut juga dihadiri Ketua Jalasenastri Ranting C cabang 2 Pasmar-1 serta pejabat teras Yonif-3 Marinir.

Sebelumnya (21/9), sebanyak 136 prajurit Korps Marinir Pasmar-1 yang tergabung dalam Satgas Pam Puter XI telah berangkat mengamankan Pulau Terluar untuk menggantikan Satgas Puter X.

Mereka dilepas Komandan Resimen Artileri-1 Marinir Kolonel Ichwan Dargianto mewakili Komandan Pasmar-1 di lapangan Ambalat Ujung Surabaya.

Danpasmar-1 Sambut Satgas Puter X


Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington menyambut kedatangan 136 personel prajurit Pasmar-1 yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Mar Pamputer X) di Bhumi Marinir Gedangan Sidoarjo, Rabu.

Ia menyambut kedatangan 136 personel dari Satuan Yonif-3 Marinir yang telah bertugas selama kurang lebih delapan bulan untuk mengamankan beberapa pulau terluar itu dengan diwakili Wadan Brigif-1 Mar Letkol Marinir Yohannes Rudy Sulistyantom.

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Wadan Brigif-1 Mar, Danpasmar-1 menyampaikan pengamanan wilayah kepulauan terluar Indonesia merupakan suatu kepercayaan dari pimpinan.

"Kepercayaan itu sendiri merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan, karena kalian sudah turut berperan aktif dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dari ancaman, gangguan, dan tantangan negara lain," katanya.

Pulau terluar atau terdepan yang diamankan satgas yang dipimpin oleh Kapten Marinir Widarta Kusuma itu antara lain Pulau Brass, Pulau Fanildo, Pulau Fani, Pulau Danarote dan Biak.

"Mudah-mudahan apa yang telah kalian dapatkan bisa dijadikan bekal pengalaman dan wawasan untuk tugas-tugas yang akan datang, tularkan pengalaman penugasan tentang hal-hal positif kepada rekan-rekan kalian agar mereka yang belum pernah merasakan penugasan hal tersebut dapat dijadikan sebagai pendorong dan motivasi untuk tergabung dalam satgas pulau terluar yang akan datang," katanya.

Sebelumnya, anggota Satgasmar Pamputer X/2011 itu tiba di kesatuan mereka di Bhumi Marinir Gedangan Sidoarjo (18/10). Mereka disambut dengan pengalungan bunga oleh Ny Kristiani Puspita Anggraini (istri dari Komandan Satgasmar Pamputer X Kapten Marinir Widarta Kusuma) sebagai ucapan selamat datang.

Sumber: ANTARA News

Kamis, 22 September 2011

Kesiapan Brigade Pendarat Korps Marinir

22 September 2011, Surabaya (ANTARA News): Sejumlah prajurit Marinir dari Pasmar-1, melakukan parameter tempur di sekitar material tempur, dalam Gelar Kesiapan Pasukan Brigade Pendarat dan Material Tempur Pasmar-1 di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Kamis (22/9). Gelar kesiapan yang juga dikunjungi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI J Suryo Prabowo tersebut, bertujuan untuk mengukur kesiapan Brigade Pendarat dan material tempur Pasmar-1 dalam menjaga keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/11)



Sejumlah material tempur yang dimiliki Pasmar-1, siap melakukan manuver tempur dalam Gelar Kesiapan Pasukan Brigade Pendarat dan Material Tempur Pasmar-1 di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/11)

Kasum TNI Kunjungi Bhumi Marinir Surabaya

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI J Suryo Prabowo. (kiri), mencermati sejumlah senjata laras panjang yang dimiliki Pasmar-1, saat kunjungan dalam rangka Gelar Kesiapan Pasukan Brigade Pendarat dan Material Tempur Pasmar-1 di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Kamis (22/9). Gelar kesiapan tersebut bertujuan untuk mengukur kesiapan Brigade Pendarat Pasmar-1 dalam menjaga keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/11)

22 September 2011, Surabaya (ANTARA News): Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI J Suryo Prabowo mengunjungi sarang prajurit petarung di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis.

Dalam kunjungan itu, Kasum yang didampingi sejumlah pejabat teras TNI itu diterima Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin beserta pejabat teras Korps Marinir.

Kedatangan Kasum TNI disuguhi simulasi pendaratan pantai oleh 3.000 prajurit Marinir yang diawali dengan ledakan "bungalore torpedo" oleh tim Zeni-1 Marinir untuk menandai lokasi pendaratan sudah aman.

Selanjutnya, pendaratan pasukan pendarat yang dipimpin Komandan Brigif-1 Mar Kolonel Mar Amir Faisol dengan mengendarai Tank BMP- 3F (tank terbaru yang dipunyai Koprs Marinir saat ini) itu diikuti Tank PT 76, Ranfib, kendaraan pengangkut perahu karet, kapal pengangkut Howitzer, dan Roket RM 70 Grad.

Pendaratan juga diikuti personel Infanteri cadangan pendaratan serta pasukan pendukung Organisasi Logistik Pantai atau juga disebut gelombang atas panggilan yang didemonstrasikan di lapangan apel Bhumi Marinir Karangpilang.

Setelah itu, Kasum TNI melakukan pemeriksaan pasukan dengan memeriksa kesenjataan Korps Marinir dari mulai kesenjataan perorangan yang dibawa personel pendarat hingga melihat pelaksanaan naik-turun Howitzer ke Kapa, dan pelaksanaan penembakan Howitzer.

Kasum TNI meninjau persenjataan Denjaka. (Foto: Puspen TNI)

Kasum TNI berfoto bersama prajurit Denjaka. (Foto:Puspen TNI)

Kasum TNI juga sempat melakukan inspeksi ke tenda kesehatan yang diterima oleh Danyon Kes-1 Mar Mayor Laut (K) dr Aryo Sakso B.

Di sela-sela pemeriksaan dan inspeksi itu, Kasum memerintahkan Dan Brigrat untuk menyanyikan lagu Mars Korps Marinir bersama seluruh prajurit sehingga menggetarkan Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya.

"Saya sudah melihat ketrampilan rekan-rekan kalian, saya melihat gelar pendaratan satu Brigrat dan kesehatan lapangan, saya percaya kalian bisa diandalkan untuk menjaga kedaulatan NKRI," kata Kasum TNI dalam amanatnya.

Namun, katanya, semua kemampuan itu hanya untuk melaksanakan tugas negara, hanya untuk bertempur melawan musuh yang menggangu kedaulatan NKRI dan bukan untuk berkelahi antar-prajurit, apalagi dengan polisi.

"Semua kemampuan kalian hanya untuk menegakkan kedaulatan negara," katanya, didampingi Dankormar juga melaksanakan 'tour facility' ke lapangan tembak Jusman Puger Karangpilang Surabaya yang sedang dibangun Koprs Marinir dengan menaiki BMP 3F.

Sumber: ANTARA News

Rabu, 21 September 2011

Korps Marinir Tugaskan 136 Prajurit Amankan Pulau Teluar


22 September 2011, Surabaya (KOMPAS.com): Sebanyak 136 prajurit Korps Marinir (Pasukan Marinir) Pasmar-1 yang tergabung dalam Satgas Pam Puter XI (Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar XI) meninggalkan Surabaya dengan KRI Teluk Lampung 540, Kamis (22/9/2011).

Mereka bertugas berangkat mengamankan Pulau Terluar di antaranya Pulau Brass dengan kekuatan 21 personel, di Pulau Fanildo dengan 30 personel, Pulau Fanni dengan 30 personel dan Pulau Rote dengan kekuatan 30 personel.

Mereka menggantikan Satgas Puter X. Lokasi penugasan tersebut merupakan daerah perbatasan laut dengan Republik Palau di Pulau Brass, dan selebihnya merupakan wilayah perbatasan dengan Australia.

Dalam sambutan Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir Ichwan Dargianto menyampaikan pesan Danpasmar-1 agar setiap prajurit mampu mengendalikan diri dan dengan cepat beradaptasi menyesuaikan keadaan di penugasan sebagai personel yang akan menempati pulau-pulau terluar wilayah timur.

"Di mana personel akan di tempatkan, saya yakin dan percaya para Prajurit yang akan berangkat mengamankan pulau terluar sanggup mengatasi semua permasalahan di medan tugas dan menjaga nama baik TNI-AL khususnya Korps Marinir karena penugasan merupakan tugas mulia demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI," ungkapnya.

Sumber: KOMPAS

Minggu, 11 September 2011

Simulasi Pendaratan Amfibi di Makassar

Dua pasukan Amfibi Marinir TNI AL turun dari tank saat melakukan peyergapan terhadap musuh di Tanah Tumbuh Makassar, Sulsel, Minggu (11/9). Simulasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pasukan Amfibi dalam menjaga NKRI khususnya di wilayah perairan Indonesia. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang/yar/pd/11)

12 September 2011, Makassar (Inilah): Kota Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia, dalam kondisi menegangkan. Kelompok separatis menguasai semua alat-alat vital. Pasukan TNI yang ada di darat semua telah dilumpuhkan. Tak bisa berkutik dan menemui jalan buntu.

Namun, tiba-tiba dari arah laut lepas, KRI Mandar - 514 nampak melepas lima unit kendaraan amfibi berpenumpang masing-masing limaorang, melakukan pendaratan di tanah tumbu Losari Makassar.

Dari sini, pasukan dari Korps Marinir akan mengambil alih ibu kota. Dua tank amfibi mendarat lebih awal dan melakukan serentetan tembakan. Gunanya, untuk mengacaukan musuh.

Setelah merasa kondusif, tiga tank lainnya ikut merangsek ke darat. Sebanyak 24 personil Marinir dengan identitas penyamaran menyerbu masuk ke kota dan melumpuhkan separatis. Alhasil, kota segera dapat diambil alih.

Tentu saja kejadian itu bukan benar-benar serangan dari kelompok separatis asli. Serangkaian serangan di atas adalah praktek Jalayudha yang dilakukan oleh Kadet Tingkat III Akademi Angkatan Laut (AAL) Korps Marinir Angkatan 58 di tanah tumbuh Losari, Kota Makassar.



Sejumlah pasukan Amfibi Marinir TNI AL melakukan pendaratan dengan menggunakan tank saat menyerang musuh di Tanah Tumbuh Makassar, Sulsel, Minggu (11/9). (Foto: ANTARA/Yusran Uccang/yar/pd/11)

Dibawah komandan Latihan Mayor Marinir Arif Handono, calon perwira ini beraksi di depan umum. Ia mengatakan tujuan latihan pendaratan terbatas bagi kadet tingkat III Korps Marinir ini agar para kadet dapat mengaplikasikan teori amfibi yang diterima di kelas.

" Teori yang didapatkan dikelas dipraktekkan di lapangan. Sasarannya, Diharapkan kadet memiliki mental, pengetahuan dan pengalaman profesi untuk melaksanakan tugas-tugas dalam pendaratan amfibi sebagai komandan Satuan Marinir," jelas Arif Handono.

Pasukan amfibi dikenal sebagai pasukan yang dapat diandalkan setelah pasukan TNI lainnya yang berada di darat atau di suatu tempat telahlumpuh. Ciri khasnya, masuk dari laut dengan menggunakan seperti namanya, bisa beraksi di air termasuk di laut maupun darat.

Aksi para kadet TNI AL ini menjadi perhatian khusus masyarakat Makassar yang kebetulan di hari Minggu kebanyakan berkonsentrasi di daerah pantai Losari. Kendaraan yang biasanya mereka hanya lihat di layar televisi, kini mereka bisa menyaksikan langsung, lengkap dengan pasukannya.

Sumber: Inilah

Rabu, 27 Juli 2011

AS Serahkan 19 Kapal Patroli ke Marinir RI

(Foto: U.S. Navy/Mate 2nd Class Robert M. Schalk)

27 Juli 2011, Jakarta (Okezone): Sebagai bagian dari kerja sama komprehensif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), ternyata 19 kapal patroli sudah disediakan kepada Marinir Republik Indonesia untuk digunakan sebagai alat patroli keamanan di laut Indonesia.

Semua kapal sudah diserahkan dan digunakan untuk melindungi sumber daya alam Indonesia. Kapal-kapal itu sudah diserahkan sekira bulan Mei lalu, ucap Wakil Dubes AS Ted Osuis di Kediaman Duta Besar AS untuk ASEAN di Jakarta, Rabu (27/7/2011).

Menurut Osius wilayah laut Indonesia sangat luas, untuk itu AS berusaha untuk membantu Indonesia dengan kapal patroli tersebut. Selain itu, kerja sama lain yang dilakukan adalah memberikan pelatihan.

Angkatan laut kedua negara memiliki hubungan sangat erat. Lima tahun tidak latihan gabungan dari kedua militer. Tahun depan ada sekira 160 latihan gabungan yang akan dilakukan, lanjutnya.

Lebih lanjut Osuis menambahkan, kedua negara memiliki kerja sama yang amat sehat dalam bidang kerja sama keamanan, termasuk juga kerja sama anti terorisme.

Lebih dari penyediaan 19 kapal, kerja samanya yang menjadi bentuk penting, khususnya dalam upaya pengamanan maritim. Inilah yang kami anggap penting dari bentuk kerja sama ini, ungkap Osius.

Sumber: Okezone

Jumat, 22 Juli 2011

60 Prajurit Marinir Jadi Awak Tank Amfibi BMP-3F


22 Juli 2011, Surabaya (ANTARA News): Delegasi Angkatan Bersenjata Rusia Letnan Jenderal Alexander Ilin melantik 60 prajurit Korps Marinir menjadi pengawak pertama Tank Amfibi BMP-3F Korps Marinir setelah mereka mengikuti pelatihan selama empat bulan.

Pelantikan itu dilakukan di sela-sela penutupan Kepelatihan Dalam Negeri Tank Amfibi BMP-3F Korps Marinir yang dilakukan Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington di lapangan apel Karangpilang Surabaya, Jumat.

Kegiatan Kepelatihan Dalam Negeri Tank Amfibi BMP-3F Korps Marinir itu diikuti 60 personel yang terdiri dari 24 personel Resimen Kavaleri-1 Mar, 30 personel Resimen Kavaleri-2 Mar, dua personel Denhar Lanmar Surabaya, dan empat personel dari Pusdikkav Kodikmar.

Dalam sambutannya, Komandan Pasmar-1 mengatakan kesiapan alutsista Korps Marinir harus didukung dengan kesiapan prajurit dalam mengawaki alutsista tersebut.

"Kesiapan itu telah ditunjukkan jajaran Korps Marinir yakni dengan mengadakan program Kepelatihan Dalam Negeri Tank BMP-3F Korps Marinir," katanya.

Menurut dia, pelatihan itu bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, pendalaman serta penguasaan tentang teknis pengoperasian dan karakteristik seluruh komponen material Tank Amphibi BMP-3F.

"Melalui kepelatihan itu, awak kendaraan tempur BMP-3F diharapkan dapat lebih menguasai tentang kemampuan dan keunggulan kendaraan tersebut yaitu kemampuan daya tembak, keunggulan sistem kendali senjata (SKS), kemampuan daya amphibi, serta kemampuan daya kejut yang tinggi," katanya.

Dengan demikian, keluaran/output dari pelatihan awak Ranpur itu akan menjadi kebanggaan kesatuan Korps Marinir serta menjadi kader bagi penerus selanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Delegasi Angkatan Bersenjata Rusia Letnan Jenderal Alexander Ilin juga menyerahkan sertifikat sebagai pengawak pertama Tank BMP-3F Korps Marinir.

Acara penutupan itu dihadiri Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir F. Saud Tambatua, Danlanmar Surabaya Kolonel Marinir Yuliandar TD, Dankolatmar Kolonel Marinir Widodo DP, dan Danpusdikkav Kolonel Marinir Lasmono.

Sumber: ANTARA News

Selasa, 21 Juni 2011

Taruna TNI dan Polri Kunjungi Korps Marinir

Sejumlah prajurit Korps Marinir jajaran Pasmar-1, melakukan parameter tempur saat simulasi pendaratan pasukan dan penyapuan ranjau di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa (21/6). Kegiatan tersebut bagian dari penyambutan kunjungan 746 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, dalam rangka Bhinneka Eka Bhakti. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/11)

20 Juli 2011, Jakarta (Marinir): Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin menerima kunjungan Taruna Akademi TNI dan Polri di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (20/7).

Kunjungan 813 taruna Akademi TNI dan Polri yang dipimpin Komandan Jenderal Akademi TNI Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono terdiri dari 249 Taruna Akademi Militer, 107 Taruna Akademi Angkatan Laut, 110 taruna Akademi Angkatan Udara dan 327 Taruna Akademi Kepolisian yang terdiri dari 287 Taruna dan 40 Taruni tersebut dalam rangka latihan Bhinneka Eka Bhakti (BEB) Taruna Akademi TNI dan Polri tingkat I tahun pelajaran 2009/2010.

Dalam sambutannya Dankormar menjelaskan tentang organisasi, Kesatuan-kesatuan, serta kiprah Korps Marinir dalam penugasan operasi tempur maupun operasi keamanan dalam negeri dan tugas internasional dibawah bendera PBB serta tugas pengamanan pulau terluar wilayah NKRI.

Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan bekal kepada para taruna/taruni agar mengetahui peranan dan tugas satuan-satuan dijajaran TNI/Polri secara langsung sehingga mendapat wawasan tentang kematraan.

Sejumlah prajurit Korps Marinir jajaran Pasmar-1, melakukan parameter tempur saat simulasi pendaratan pasukan dan penyapuan ranjau di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa (21/6). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/11)

Sejumlah prajurit Korps Marinir jajaran Pasmar-1, melakukan penembakan meriam Howitzer saat simulasi pendaratan pasukan dan penyapuan ranjau di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa (21/6). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/11)

Sejumlah prajurit Korps Marinir, unjuk kebolehan beladiri militer di depan sejumlah taruna di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa (21/6). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/11)

Usai menerima pengarahan dan tukar menukar cindermata, para taruna/taruni menyaksikan demontrasi serbuan kilat oleh satuan anti teror Korps Marinir, kolone senapan, serbuan amphibi dan melihat dari dekat gelar material baik senjata perorangan, senjata bantuan maupun kendaraan tempur yang dimiliki Korps Marinir.

Selanjutnya para taruna akademi TNI dan Polri berkesempatan foto bersama dengan Danjen Akademi TNI, Dankormar beserta jajarannya serta para pengasuh Taruna/taruni di monumen Yasa Wira Perkasa.

Rangkaian kegiatan kunjungan diakhiri dengan jamuan makan bersama dan hiburan di Balai Prajurit Pangkalan Marinir Jakarta.

Sumber: Marinir

Senin, 23 Mei 2011

Satgas Merah Putih

23 Mei 2011, Jakarta (ANTARA foto): Sebuah sea rider milik Pasukan Khusus Denjaka diturunkan dari KRI Yos Sudarso ketika akan melakukan pengamanan kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia, beberapa waktu lalu. Satgas Penanggulangan Teror TNI berhasil mengamankan MV Sinar Kudus dari aksi pembajakan lanjutan setelah kapal tersebut dibebaskan para perompak Somalia. (Foto: ANTARA/Dok. Kormar/Spt/11)

Satuan Tugas Pembebasan MV Sinar Kudus yang telah disandera perompak Somalia selama hampir satu bulan lebih, kembali ke Indonesia. Satgas dengan sandi Merah Putih ini diterima langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok Jakarta, Minggu (22/5).

Upacara penyambutan diawali dengan kehadiran dua “sea riders” yang memiliki kapasitas 15 personel. Dilanjutkan dengan LCVP kendaraan air untuk mendukung penurunan personel yang mendukung operasi pembebasan. Kemudian dihadirkan tiga kapal perang Indonesia yang terlibat dalam operasi pembebasan MV Sinar Kudus KRI Yos Sudarso, KRI Abdul Halim Perdanakusuma dan KRI Banjarmasin.

SBY yang didampingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan tiga kepala staf angkatan serta beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, menyatakan bangga atas keberhasilan Satgas Merah Putih dan Duta Samudra I/2011 dalam membebaskan kapal niaga MV Sinar Kudus dari tangan perompak Somalia.

“Atas nama negara, atas nama pemerintah dan atas nama pribadi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan pada para prajurit, baik perwira, bintara maupun tamtama yang telah berhasil mengemban tugas negara yang penuh risiko dan ketidapastian,” kata SBY.

SBY juga mengatakan telah melihat video proses pembebasan yang dilakukan Satgas Merah Putih dan Satgas Duta Samudra I/2011 yang memperlihatkan proses pembebasan memiliki tingkat risiko yang tinggi, baik karena faktor cuaca dan medan operasi.

“Saya juga menyaksikan melalui video, bagaimana seorang kolonel atau letkol terjun langsung menggunakan `sea riders` untuk mendukung proses pembebasan kapal Sinar Kudus, yang seharusnya cukup dilakukan oleh seorang sersan,” kata Presiden bangga, sambil meminta perwira dimaksud untuk memperlihatkan diri.

Presiden mengungkapkan, sejak kali pertama mendengar kabar MV Sinar Kudus dibajak, dirinya langsung melakukan langkah-langkah penyelamatan.

“Tidak kurang dari lima kali rapat kabinet membahas beberapa opsi yang dapat dilakukan untuk pembebasan kapal dan 20 ABK dengan selamat,” katanya.

Tiga sea rider yang membawa Satgas Penanggulangan Teror TNI menyergap perahu milik perompak Somalia. (Foto: ANTARA/Dok. Kormar/Spt/11)

Presiden mengemukakan, untuk membebaskan kapal Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia selama hampir 46 hari, Pemerintah menetapkan tiga opsi yakni menyelematkan 20 ABK, pembebasan kapal dan setelah ABK serta kapal berhasil diselamatkan maka dilakukan penindakan terhadap para perompak.

“Semua proses itu saya saksikan melalui video. Jadikan semua itu pelajaran, baik dari segi operasi logistik, proyeksi kekuatan, operasi intelijen, diplomasi dan pola satuan tugas. Sekali lagi saya bangga,” tutur SBY.

SBY juga mengaku terpaksa menahan diri bicara selama dua bulan, untuk mendukung keberhasilan operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia selama hampir 46 hari. SBY mengaku tak perduli dengan banyak komentar, banyak kritik, banyak ulasan dirinya yang memilih diam saat itu.

“Sekali lagi, operasi khusus seperti itu memerlukan kerahasiaan, memerlukan keamanan, pelaksanaanya memerlukan kecepatan, dan juga pendadakan.

Oleh karena itu, kalau kita obral apa yang akan dan sedang kita lakukan, maka sama saja kita memberi tahu musuh, lawan, untuk setiap saat bisa menggagalkan operasi kita dan bisa menghancurkan satuan kita sendiri,” kata SBY, lagi.

SBY juga mengungkapkan, Satgas dibekali dengan persenjataan lengkap untuk melangsungkan operasi militer. Hanya, takdir menggariskan lain. Pemilik kapal memilih membayar tebusan.


KRI Yos Sudarso 352 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355 mengawal kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia, menuju Oman, beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA/Dok. Kormar/Spt/11)

Kapal MV Sinar Kudus dibajak perompak Somalia pada 16 Maret 2011 dan membawa 20 ABK. Kapal berbobot 8.911 ton itu membawa feronikel dengan tujuan Belanda.

Ketika dibajak, MV Sinar Kudus berada di Perairan Somalia tepatnya di sekitar 350 mil laut tenggara Oman. Kapal MV Sinar Kudus dibebaskan dengan membayar tebusan disertai operasi militer bersandikan “Merah Putih” pimpinan Kolonel Laut (P) M. Taufiqurochman. Atas keberhasilannya membebaskan seluruh ABK, Kolonel Laut Pelaut Ahmad Taufiquerachman diberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Laksamana Pertama TNI.

Presiden juga memberikan tanda jasa Santi Dharma masing-masing kepada Letkol Infanteri Sabri Danyton Ban Sat 801 Gultor, Kolonel Marinir Suhartono, Danden Jaka dan Letkol Penerbang Ronald R Siregar pilot Boeing 474 400 yang bertugas dalam misi pembebasan itu.

Satgas melibatkan dua kapal fregat yakni KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dan KRI Yos Sudarso-353, satu kapal LPD KRI Banjarmasin-592 dan satu helikopter, “sea riders” dan LCVP. Personel yang dikerahkan terdiri atas pasukan khusus dari Kopassus, Korps Marinir dan Kopaska.

Sumber: Batam Pos

Sabtu, 14 Mei 2011

Marinir Beli Senjata Pertahanan Udara dan BMF-3


14 Mei 2011, Jakarta (Koran Tempo): Korps Marinir TNI Angkatan Laut akan menambah tujuh perangkat senjata antiserangan udara baru pada tahun ini. Persenjataan seharga US$ 15 juta atau Rp 135 miliar ini sebagian bakal dipasang di sekeliling Istana Negara, Jakarta, untuk pengamanan serangan dari udara.

"Sekarang sudah mulai dirakit dan akan dikirim ke sini akhir tahun," kata Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal Alfan Baharudin kepada Tempo di kantornya di Cilandak, Jakarta, kemarin. Senjata berupa kendaraan tempur yang dilengkapi meriam kaliber 35 milimeter ini dibeli dari Swiss tapi dirakit oleh perusahaan di Cina.

Alfan menjelaskan, selain untuk antiserangan udara, peralatan ini bisa dipergunakan untuk serangan darat. Sebagian senjata lainnya akan ditempatkan di Markas Korps Marinir di Kwitang dan Markas Brigadir Infanteri Marinir di Cilandak, Jakarta.

Tujuh senjata tersebut juga dibeli untuk melengkapi kebutuhan Batalion Artileri Pertahanan Udara Marinir dan mengganti peralatan lama yang umurnya sudah sangat tua. Peralatan baru pun digunakan untuk operasi-operasi militer, operasi tempur amfibi, dan pelatihan militer rutin.

Korps Marinir, Alfan melanjutkan, juga membeli lagi kendaraan tempur Tank BMF-3F dengan senjata kaliber 100 milimeter buatan Rusia sebanyak 54 unit atau setara dengan satu batalion. Dengan penambahan ini, Marinir akan memiliki tiga batalion resimen kavaleri. Tank ini dipesan sejak 2009 dan sudah tiba 17 unit.

BMF-3F mampu melaju di darat dengan kecepatan 70 kilometer per jam dan di air mencapai 12 knot per mile. Tank ini menggunakan mesin buatan Ukraina. "Ini tank yang terbesar di Tanah Air," ujar Alfan.

TNI juga berencana membeli satu skuadron pesawat jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan untuk menggantikan jet latih Hawk MK-53 milik TNI Angkatan Udara yang sudah usang. Namun, "Itu kontraknya belum dibuat," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantor Wakil Presiden, Jakarta, pada 13 April lalu.

Sumber: Koran Tempo