Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Rusia Modernisasi Pembom Tu-160 "Blackjack"


8 Februari 2012, Moskow: Angkatan Udara Rusia akan menerima lebih dari 10 pembom strategis Tu-160 Blackjack yang telah dimodernisasi hingga 2020, diumumkan Kementrian Pertahanan Rusia, Selasa (7/2).

Angkatan Udara Rusia mengoperasikan sedikitnya 16 Tu-16 dan direncanakan mencapai 30 unit.

Modernisasi Tu-16 meliputi persenjataan baru, peningkatan sistem elektronik dan avionik, menjadikan keefektifan pertempuran berlipat dua kali.

Pembom supersonik Tu-160 dirancang menyerang sasaran strategis daerah musuh terdalam dengan senjata nuklir atau konvensional pada suatu operasi militer.

Tu-16 akan dioperasikan AU Rusia hingga pembom strategis generasi kelima yang sedang dikembangkan siap dioperasikan.

Rusia memodernisasi juga 30 pembom strategis Tu-22M3 Backfire-C menjadi Tu-22M3M.

@Berita HanKam
Sumber: RIA Novosti

Rabu, 10 Agustus 2011

Rusia Bangun Frigate Project 11356 Kedua

Frigate Admiral Grigorovich sedang dibangun di galangan kapal Yantar. (Foto: RIA Novosti/Igor Zarembo)



11 Agustus 2011, Kaliningrad (Berita HanKam): Rusia mulai membangun frigate kedua Project 11356 yang diberi nama Admiral Essen di galangan kapal Yantar di Kaliningrad.

Frigate dijadwalkan dioperasikan Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia pada 2014.



Admiral Essen akan bergabung dengan Admiral Grigorovich frigate pertama yang sedang dibangun di galangan kapal Yantar.



Yantar sedang mempersiapkan pembangunan frigate ketiga Admiral Makarov, direncanakan dibangun pada musim gugur tahun ini. Kapal akan diserahkan ke AL Rusia pada 2014 kemudian mempersiapkan pembangunan tiga frigate lainnya.



Frigate berbobot 4000 ton, dipersenjatai sepucuk meriam 100 mm, satu unit sistem rudal permukaan-udara Shtil, dua unit sistem rudal/meriam pertahanan udara Kashtan, dua unit tabung torpedo kembar 533 mm serta satu unit helikopter anti kapal selam.



Yantar saat ini sedang membangun tiga frigate Project 11356 AL India dengan nilai kontrak 1,6 milyar dolar pada 2007. Frigate pertama telah diserahkan pertengahan 2011. Dua frigate lainnya diserahkan akhir 2012.



Sumber: ITAR TASS

Jumat, 29 Juli 2011

Armada Laut Hitam Rusia Akan Diperkuat 6 Kapal Selam Kelas Kilo


29 Juli 2011, Moskow (Berita HanKam): Armada Laut Hitam Rusia akan diperkuat enam kapal selam diesel-elektrik kelas Kilo dalam beberapa tahun kedepan, ungkap KASAL Rusia Admiral Vladimir Vysotsky, Jumat (28/7).

“Enam kapal selam diesel-elektrik Project 636 (Kelas Kilo) akan dibangun untuk Armada Laut Hitam dalam beberapa tahun kedepan,” ucap Vysotsky saat wawancara eksklusif dengan RIA Novosti.

Armada Laut Hitam hanya memiliki satu kapal selam Project 887 Alrosa, saat ini dalam proses perbaikan di Kaliningrad.

Armada Laut Hitam berpangkalan di Sevastopol, akan diperkuat 15 frigate dan kapal selam diesel-elektrik baru pada 2020, ucap Vysotsky pada Juli 2010.

Wilayah operasional Armada Laut Hitam meliputi Mediterania, dan kapal perang harus memiliki kemampuan misi anti perompak di teluk Aden, tambah Vysotsky.

Sumber: RIA Novosti

Senin, 25 Juli 2011

Jet Tempur Siluman Rusia Peserta Tender Program FX-III AU Korsel


25 Juli 2011, Moskow (Berita HanKam): Jet tempur generasi kelima Rusia T-50 PAK-FA tercatat menjadi salah satu peserta tender jet tempur untuk Angkatan Udara Korea Selatan.

Korsel akan membeli 60 jet tempur berkemampuan siluman dari pabrik pesawat luar negeri. Pembelian ini diperkirakan menelan anggaran 7,86 milyar dolar dibawah program FX-III.

Sukhoi T-50 PAK-FA akan bersaing dengan Boeing F-15SE Silent Eagle, Lockheed Martin F-35 Lightning II dan European Aeronautic Defense and Space Company (EADS) Eurofighter Typhoon.

Pemenang tender diharapkan diumumkan pada 2012, tetapi penyerahan pesawat diharapkan dimulai empat tahun kemudian.

Para ahli pertahanan memperkirakan peluang Sukhoi dan EADS menjadi pemenang tender sangat kecil karena kedekatan Korsel dengan Amerika Serikat menjadi faktor penting dalam kontes ini.

Jet tempur siluman T-50 dikembangkan oleh biro disain Sukhoi dan dibuat di Komsomolsk-on-Amur, Timur Jauh Rusia. Sukhoi dan India's Hindustan Aeronautics Ltd. (HAL) telah meneken kerja sama pengembangan T-50 senilai 6 milyar dolar.

Sumber: RIA Novosti

Senin, 30 Mei 2011

MiG Serahkan MiG-29K ke AL India

Su-29KUB. (Foto: Migavia)

31 Mei 2011, Moskow (Berita HanKam): Russian Aircraft Corporation MiG menyerahkan lima jet tempur MiG-29K/KUB pada Angkatan Laut India pada bulan ini, diumumkan MiG.

“Satu unit simulator pelatihan dan perangkat teknis lainnya juga diserahkan,” dalam pernyataan MiG, Senin (30/5).

Moskow dan New Delhi meneken kontrak pembelian 12 jet tempur MiG-29K kursi tunggal dan empat MiG-29KUB kursi tandem pada Januari 2004. Kontrak ini bagian dari kesepakatan pembelian kapal induk Admiral Gorshkov, saat ini sedang direkondisi di Rusia.

Empat MiG-29K dan MiG-29KUB telah dioperasikan AL India pada Februari 2010.

Kedua negara kembali meneken kontrak senilai 1,5 milyar dolar pembelian 29 MiG-29K Fulcrum-D yang akan ditempatkan di kapal induk. Penyerahan dijadwalkan mulai 2012.

AL India menempatkan MiG-29K di Skuadron Black Panther, berpangkalan di negara bagian Goa hingga INS Vikramaditya (eks Admiral Gorshkov) dioperasikan pada awal 2013.

INS Vikramaditya direncanakan akan membawa 24 MiG-29K/KUB. INS Vikrant kapal induk buatan India akan juga membawa jet tempur MiG-29.

Sumber: RIA Novosti
Berita HanKam

Selasa, 03 Mei 2011

Su-35S Mulai Diuji Coba

Su-35. (Foto: RIA Novosti/Anton Denisov)

4 Mei 2011, Moskow (Berita HanKam): Sukhoi mulai melakukan uji terbang produksi pertama jet tempur generasi 4++ Su-35S Flanker-E diumumkan Sukhoi, Selasa (3/5). Pesawat lepas landas dari landasan terbang Komsomolsk-on-Amur di Timur Jauh Rusia dan terbang selama 1,5 jam.

Su-35 ditenagai dua mesin 117S dengan thrust vectoring. Pesawat mampu melayani beberapa sasaran secara simultan dengan rudal berpandu atau tidak serta sistem senjata lainnya.

Setelah pengujian rampung, Su-35 akan diserahkan ke Kementerian Pertahanan Rusia.

Sumber: RIA Novosti
Berita HanKam