Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2011

AD Singapura Operasikan HIMARS

Menhan Dr Ng Eng Hen berdialog dengan awak HIMARS. (Foto: Mindef)

6 September 2011, Singapura (Berita HanKam): Angkatan Darat Singapura resmi mengoperasikan baterai High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) pertama di Kamp Khatib, Singapura, Senin (5/9). Baterai HIMARS dioperasikan oleh Bravo Battery of 23 SA.

Saat peresmian, Menteri Pertahanan Singapura Dr Ng Eng Hen menyaksikan demontrasi penyebaran dan pengoperasian HIMARS sebagai bagian dari sebuah jaringan pertahanan.

HIMARS dilengkapi Battlefield Management System (BMS), hingga terhubung dengan Markas Komando dan tim misi pengamatan. Kekuatan tempur AD Singapura lainnya, seperti pesawat terbang dan kendaraan tempur terhubung juga dengan BMS.

HIMARS senjata yang mematikan dan bersifat mobil dimana setiap peluncur HIMARS mampu menembakan enam roket dalam waktu 45 detik dengan jarak tembak 70 km dan akurasi 10 meter.

AD Singapura menerima HIMARS Juli tahun lalu, dan melakukan penembakan dengan peluru tajam pertama kalinya November 2010 di Fort Sill, Oklahoma, Amerika Serikat.




Sumber: Mindef

Kamis, 18 Agustus 2011

RSS Archer Tiba di Singapura

RSS Archer saat tiba di Lanal Changi. (Foto: Mindef)



19 Agustus 2011, Singapura (Berita HanKam): RSS Archer kapal selam kelas Archer pertama tiba di Pangkalan Angkatan Laut Changi dari Swedia, Jumat (17/8). KASAL Singapura Rear-Admiral Ng Chee Peng didampingi sejumlah perwira tinggi menghadiri kedatangan kapal selam.



RSS Archer salah satu dari dua kapal selam kelas Archer eks-kelas Vaastergotland AL Swedia yang dibeli oleh pemerintah Singapura pada 2005. RSS Archer diluncurkan di Karlskrona pada 16 Juni 2009.



Kapal selam diupgrade, diperbaharui serta disesuaikan dengan iklim tropis untuk menyesuaikan dengan kondisi operasi. Para awak kapal selam telah dilatih di Swedia sejak 2007. RSS Archer akan bergabung dengan skuadron 17.





Kapal selam kelas Archer dilengkapi sistem Air Independent Propulsion (AIP), meningkatkan kemampuan kapal selam menyelam lebih lama dan menghasilkan suara senyap.



Panjang kapal selam 60,5 meter dan lebar 6,1 meter, berat dipermukaan 1400 ton dengan kecepatan 8 knot sedangkan saat menyelam 1500 ton kecepatan lebih dari 15 knot, dipersenjatai 9 tabung torpedo.



Sumber: Mindef

Selasa, 12 Juli 2011

Prajurit AB Singapura Berada di Lanud Halim Perdanakusumah

Pesawat Helikopter Chinook RSAF (Royal Singapura Air Force) tiba di Lanud Halim Perdanakusuma,Jakarta Timur, Senin (11/7). (Foto: pen halim)

13 Juli 2011, Jakarta (Pelita): Tim Aju Headquarters Guard dari Angkatan Bersenjata Singapura dengan Mission Commander Ltc Siva Stevens tiba di Lanud Halim Perdanakusuma disambut oleh Kasi Opslat Disops Lanud Halim PerdanakusumaMayor Pnb Adrian Damanik, Senin (11/7), dalam rangka latihan bersama ASEAN Humanitarian Assistance Exercise (AHDR 2011) atau Latihan Penanggulangan Bencana se-tingkat ASEAN.

Menurut Mayor Pnb Adrian Damanik selaku Sub Koordinator Operasi Udara dalam latihan bersama ini; peran serta Lanud Halim Perdanakusuma dalam kegiatan ini sangat penting. Sebab, Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma akan menjadi pintu gerbang baik kedatangan maupun keberangkatan anggota Angkatan Bersenjata Singapura dalam beberapa hari ke depan, para Atase Pertahanan negara-negara ASEAN akan hadir di Lanud Halim untuk menyaksikan simulasi penanggulangan bencana atau CIQ (Custom Immigration and Quarantine).

Ltc Siva Stevens yang bertindak sebagai Komandan Misi AHDR mengungkapkan, pembukaan kegiatandilaksanakan hari Selasa(12/7) di Changi C2 Center Singapura. Sedangkan Team Advance-nya yang terdiri dari RSAF, tim medis, tim komunikasi dan tim film unit yang berjumlah 78 personel datang terlebih dahulu ke Indonesia.

Kapen Lanud Halim Perdanakusuma Mayor Sus Gerardus Maliti, SSos menjelaskan,kedatangan personel AB Singapura terbagi dalam beberapa penerbangan. Dengan Hercules C-130 berjumlah 32 anggota dilanjutkan dengan 21 personel menggunakan dua pesawat Helicopter Chinook yang mendarat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma. Rencana latihan berlangsung dari tanggal 12-14 Juli 2011.

Sumber: Pelita