Rabu, 22 Juni 2011

KSAL Terima Kunjungan KSAL Singapura

(Foto: Mindef)

22 Juni 2011, Jakarta (Jurnas.com): Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno menerima kunjungan kehormatan Chief of Navy RSN (Republic of Singapore Navy)/KSAL Singapura Rear Admiral (Laksamana Muda) Ng Chee Peng di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) Cilangkap, di Jakarta, Rabu (22/6).

Menurut Kasubdispenum Kolonel Laut (P) Rony E Turangan dalam siaran persnya, KSAL Singapura diterima secara kemiliteran melalui jajar kehormatan keprotokolan prajurit TNI AL serta mengadakan inspeksi pasukan didampingi KSAL Laksamana TNI Soeparno di depan Gedung Utama Mabesal.

Dalam pertemuannya dengan KSAL, Kasal Singapura Laksda Ng Chee Peng mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan prajurit TNI AL pada IMDEX (International Maritime Defence Exhibition) dan adanya perwakilan Perwira TNI AL dalam CTF (Combined Task Force) 151 yang bermarkas di Teluk Aden, Yaman. Selain itu KSAL Singapura juga sangat setuju untuk memperluas dan memperkuat kerja sama kedua Angkatan Laut yang telah terlaksana sejak 1974, baik dalam latihan bersama, pertukaran perwira maupun bentuk-bentuk lain.

Dalam pembicaraan kedua pemimpin Angkatan Laut tersebut, KSAL Singapura Laksda Ng Chee Peng berharap TNI AL dan AL Singapura dapat menjadi tuan rumah bersama pada AIP (ASEAN Information Portal) yang akan memberikan pelatihan kepada seluruh Angkatan Laut di wilayah ASEAN. Laksda Ng Chee

Peng juga mengharapkan kehadiran perwira TNI AL pada IF (International Fusion Center) yang berpusat di Changi Naval Base Singapura sebagai Liaison Officer (LO) guna memantau keamanan maritime.

KSAL menyambut baik tawaran tersebut dan akan segera menempatkan perwira TNI AL sebagai LO. Pada kesempatan tersebut Soeparno juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada KSAL Singapura karena kesediaannya memberikan kuliah umum pada Perwira Siswa Pendidikan Reguler Seskoal di Cipulir Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, KSAL Laksamana TNI Soeparno didampingi oleh Irjenal Laksda TNI Harry Yuwono, Aspam Kasal Laksda TNI I Putu Yuli Adnyana, Asops KSAL Laksda TNI Slamet Yulistiyono, Aspers KSAL Laksda TNI

Bambang Budianto, dan Aslog KSAL Laksda TNI Drs. Didik Suhari. Kunjungan diakhiri dengan tukar-menukar cinderamata antara keduanya.

Sumber: Jurnas

Penerjun Meriahkan Pameran Kedirgantaraan Minang

Sejumlah pengunjung Minang Aero Sport Show & Sumbar Expo memperhatikan secara dekat pesawat Hercules C-130 saat pembukaan Minang Aero Sport Show & Sumbar Expo 2011 di Bandara Tabing Padang, Sumbar, Rabu (22/6). Minang aero sport show fesvital olah raga kerdigantaraan yang menampilkan berbagai jenis olah raga kerdigantaraan, kegiatan tersebut berlangsung 22 hingga 26 juni. (Foto: ANTARA/Arif Pribadi/ss/pd/11)

23 Juni 2011, Jakarta (Suara Karya): Sebanyak 27 penerjun memeriahkan pembukaan pameran Kedirgantaraan Minang Aero Sport Show dan Sumbar Expo 2011 yang digelar 22-26 Juni 2011 di Bandara Tabing, Padang, Sumatera Barat. Sebanyak 27 penerjun tersebut diturunkan dari Pesawat Hercules c-130 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma terjun dari ketinggian 800-10.000 kaki dengan menggunakan kombinasi aneka payung warna-warni dilangit Kota Padang pada jam 11.30 WIB.

Komandan Lanud (Danlanud) Padang, Letkol (Pnb) Awang Kurniawan menyebutkan, 27 penerjun tersebut berasal dari Batalyon Paskhas 461, PTP TNI AD (Kopasus dan Kostrad), PTP TNI AL (Marinir), PTP Polri, PTP Bea Cukai dan PTV Aves Fasi Jabar.

Pesawat Tempur TNI AU Operasi Camar


Empat pesawat tempur F-5 Tiger dari Skadron Udara 14 Iswahyudi TNI Angkatan Udara (AU) melaksanakan operasi Pagar Camar, Lintas Camar, Alur Camar 2011 Combine Latihan Terbang Jelajah.

Komandan Lanud El Tari, Letkol (Nav) Joko Winarto sebagai Komandan Satlakops dalam siaran pers yang diterima Suara Karya di Jakarta, Rabu (22/6) mengatakan, tujuan operasi ini, untuk mewujudkan sistem pertahanan dan keamanan di yuridiksi wilayah udara Indonesia. Tak dipungkiri, ancaman maupun gangguan dari pesawat asing tak bisa diprediksi sehingga TNI AU perlu melakukan pemantauan melalui jelajah udara.

Sumber: Suara Karya

TNI AL Akan Beli Dua Kapal Survei


22 Juni 2011, Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Laut akan membeli dua kapal survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut baik untuk kepentingan pertahanan dan militer maupun umum.

"Proses pengadaannya, kami sudah membuka lelang terbuka untuk pengadaan dua kapal itu," kata Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio di Jakarta, Rabu.

Ditemui usai membuka seminar nasional hidro-oseanografi, ia mengatakan, sudah ada beberapa negara yang menawarkan diri untuk membuat dua kapal tersebut.

"Sudah ada beberapa perusahaan dan negara yang menawarkan diri, namun belum kita putuskan yang jelas semua melalui proses lelang," katanya kepada ANTARA.

Tentang negara mana saja yang sudah tertarik untuk pengadaan dua kapal itu, Marsetio mengaku belum mendapatkan data rinci.

"Yang jelas sudah ada. Penambahan kapal survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut itu sangat penting, untuk memaksimalkan kegiatan mendapatkan data hidrografi dan oseanografi ," ujarnya.

Marsetio menjelaskan posisi geografis Indonesia yang berada di persimpangan dua benua dan dua samudra memiliki konsekuensi tinggi.

Karena itu, lanjut Marsetio, perlu kegiatan survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut yang memadai untuk mengetahui secara rinci kondisi, situasi dan apa yang terjadi di wilayah perairan nasional.

"Produk survei dan pemetaan yang berkualitas sesuai standar nasional tentu harus didukung wahana apung (kapal) survei dan pemetaan serta SDM yang memadai dan berkualitas pula," tuturnya.

Sumber: ANTARA News

TNI AU Patroli Pengamanan Selat Malaka

Komandan Lanud Tanjungpinang, Letkol Pnb M Jusuf Hanafie (kiri) melepas sejumlah penerbang TNI Angkatan Udara sebelum melakukan patroli udara pengamanan Selat Malaka atau "Malacca Straits Sea Patrol (MMSP)" dengan pesawat pengintai Foker 27 di Pangakalan Udara TNI AU Tanjungpinang, Kepri, Rabu (22/6). Patroli udara gabungan yang melibatkan Singapura, Malaysia dan Thailand di Selat Malaka tersebut juga dikenal dengan operasi "Eyes in the Sky (EiS)" yang bertujuan untuk mempertinggi keamanan di jalur pelayaran Selat Malaka dan sudah berlangsung sejak 2005. (Foto: ANTARA/Henky Mohari/Koz/pd/11)

22 Juni 2011, Tanjungpinang (ANTARA News): TNI Angkatan Udara melaksanakan patroli udara pengamanan di perairan Selat Malaka bersama dengan Angkatan Udara Singapura, Malaysia dan Thailand.

Kapten Pilot pesawat pengintai Foker 27 TNI AU, Kapten Pnb Media di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu, mengatakan operasi bersama pengamanan Selat Malaka bertujuan untuk meningkatkan pengamanan jalur pelayaran tersebut dari berbagai tindak kejahatan.

"Patroli bersama juga bertujuan untuk mempererat hubungan negara bertetangga dalam hal pertahanan dan keamanan," kata Media sebelum terbang dari Pangkalan Udara TNI AU di Tanjungpinang.

Media mengatakan, operasi pengamanan bersama yang dikenal dengan "Eyes in the Sky (EiS)" tersebut melakukan pemantauan dari udara mengenai aktivitas di perairan Selat Malaka dan langsung memberikan informasi kepada pusat operasi jika terjadi tindak kejahatan seperti perompakan, "illegal fishing" atau kegiatan lain.

"Kami juga langsung berkoordinasi dengan kapal perang RI (KRI) yang berpatroli jika ada tindak pelanggaran di laut," ujarnya.

EiS yang sudah dimulai sejak 2005 tersebut, menurut dia, dilakukan secara bergantian selama satu bulan diluar operasi rutin pengamanan masing-masing negara.

"Patroli dengan pesawat TNI AU sudah dilakukan sejak Selasa (21/6) dan berakhir hari ini dengan menyertakan anggota patroli dari Singapura, Malaysia dan Thailand. Pada saat menggunakan pesawat patroli Singapura atau Malaysia ada juga anggota TNI AU yang ikut," terangnya.

Komandan Lanud Tanjungpinang, Letkol Pnb M Jusuf Hanafie mengatakan, Pangkalan Udara TNI AU Tanjungpinang dalam operasi EiS digunakan sebagai pangkalan aju, karena berada dekat perbatasan dengan negara tetangga dan sebagai bantuan operasi pendukung.

"Diharapkan dengan operasi EiS tersebut bisa mengurangi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di perairan Selat Malaka, sehingga jalur pelayaran yang padat tersebut lebih aman," kata Hanafie.

Selat Malaka dibatasi Pulau Rondo hingga Pukhet di sebelah utara dan di sebelah selatan dibatasi oleh Pulau Karimun hingga Tanjung Piai, dengan panjang seluruhnya mencapai sekitar 500 mil atau 926 kilometer.

Patroli pengamanan Selat Malaka yang juga dikenal dengan "Malacca Straits Sea Patrol (MMSP)" sebelumnya hanya dilakukan oleh Indonesia, Malaysia dan Singapura, sedangkan Thailand baru bergabung, sehingga prosedur operasi baku pengamanan Selat Malaka di disesuaikan saat pertemuan tujuh petinggi Angkatan Laut negara peserta di Batam pada 2010.

Sumber: ANTARA News

Selasa, 21 Juni 2011

Industri Pertahanan - Senapan Serbu SS2 Jadi Andalan Ekspor


22 Juni 2011, Jakarta (SINDO): Berbagai jenis alat utama sistem senjata (alutsista) produksi putra-putri bangsa tidak saja digunakan untuk kebutuhan pertahanan dalam negeri, tapi berkualitas ekspor. Senapan serbu generasi 2 (SS2) produksi PT Pindad menjadi salah satu daya tarik yang selalu ditawarkan Indonesia dalam kerja sama pertahanan dengan negaranegara sahabat.


Senjata SS2 mulai digunakan militer Indonesia sejak sekitar 2005. Kini, PT Pindad telah memproduksi berbagai varian SS2 seperti SS-V1 (standar refile),SS-V2 (carbine),dan SS2- V4 (sniper), serta SS2-V5 (subcombat). Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin pada April lalu juga menawarkan senjata ini kepada Arab Saudi.

Dalam kunjungan itu,Sjafrie menjadikan senjata SS2 sebagai buah tangan dari Indonesia selain replika pesawat CN235. Langkah ini memperlihatkan hasil positif. “Mereka akan ke PT Pindad, tapi belum ada pembicaraan mengenai berapa unit (yang akan mereka beli),”katanya seusai menerima kunjungan siswa Sesko dari Arab Saudi di Jakarta kemarin.

Sjafrie menegaskan, keandalan senjata SS2 sudah teruji. “Sudah dibuktikan dalam suatu pertandingan dan berhasil menang di Asia Pasifik.Juga sudah dibuktikan dalam pertempuran. Harapansaya,inibisa menjadi standar (persenjataan di luar negeri),”paparnya. Salah satu kejuaraan yang diikuti senjata SS2 adalah lomba menembak Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM) di Australia.

Kejuaraan ini diikuti belasan negara di Asia Pasifik.Pada 2009 tim dari Indonesia berhasil menjadi yang terbaik dengan menggunakan senjata SS2-V4. Dalam pertandingan antarnegera, ASEAN juga demikian. Senjata SS2 produksi PT Pindad ini diklaim sebagai senjata yang paling pas untuk kebutuhan negara-negara tropis.

Selain tahan terhadap kelembaban yang tinggi, desain senjata ini disebut-sebut lebih ergonomis dan ringan,sekitar 3,2 kg dalam kondisi kosong. Dan yang paling penting, akurasinya cukup bisa diandalkan. Senjata dengan panjang 930 mm (laras 460 mm) itu menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO,223 remington kaliber 5.56 x 45 mm.

Menurut informasi, senjata ini mampu menembakkan rata-rata 700 butir peluru per menit. Kecepatan peluru mencapai 710 meter per detik dengan jarak efektif 450 m. Senjata ini merupakan hasil pengembangan dari SS1 produksi PT Pindad dan digunakan sejak 1991. SS1 pernah dipakai dalam operasi di Aceh, Timor Timur (Timor Leste),dan Papua. Senjata SS1 memiliki berat kosong 4,01 kg dengan ukuran panjang 997 mm.

Sumber: SINDO

TNI AU-USAF Mantapkan Profesionalisme

(Foto: U.S. Air Force/Capt. Raymond Geoffroy)

22 Juni 2011, Jakarta (Suara Karya): TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Udara Amerika Serikat (United States Air Force/USAF) mengaku meraih manfaat maksimal dari kerja sama militer Indonesia dengan Amerika Serikat. Kerja sama militer menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan guna meningkatkan profesionalisme.

Pengakuan ini disampaikan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi dan Commander 13th Air Force USAF, Lt Gen Stanley T Kresge usai membuka Latihan Bersama (Latma) TNI AU-USAF di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (21/6).

Latma TNI AU-USAF mengambil sandi Cope West 2011. Latma akan berlangsung lima hari mulai 20-24 Juni 2011. Menurut Dede, TNI AU dan USAF punya karakter pendekatan dan prosedur pengoperasian udara yang berbeda dalam pengaturan jenis latihan.

Untuk itu, kedua angkatan udara harus saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam membangun kerja sama latihan sehingga melahirkan profesionalisme. "Latma seperti ini merupakan kesempatan baik untuk meningkatkan profesionalisme serta keahlian sehingga tepat sasaran," ujar Wakil KSAU.

Selain itu, Wakil KSAU mengatakan, Latma telah menjadi wadah untuk menguatkan persahabatan militer Indonesia dan AS. "Ini akan sangat berarti untuk mempererat persahabatan dan memperkuat hubungan baik yang selama ini telah terbina. Dan lebih khusus lagi dapat meningkatkan kapabilitas dan profesionalisme personel yang terlibat bersama dalam latihan ini seperti dalam taktik dan teknis pengoperasian udara," kata Dede.

Sementara itu, Kresge menyatakan, USAF mengapresiasi kerja sama militer Indonesia dan Amerika Serikat. Kerjasa TNI AU dan USAF semakin semakin erat menyusul kerja sama militer yang telah terbangun sebelumnya. "Kegiatan ini akan membangun kebersamaan yang kuat bagi wilayah regional yang sejahtera dan damai," ujarnya.

Menyinggung latihan, Kresge mengakui, USAF mendapatkan pengalaman baru selama latihan operasi udara di Indonesia. Dalam Latma itu, USAF-TNI AU berbagi taktis, teknik dan prosedur. "Operasi angkutan udara dan yang akhirnya akan meningkatkan kapabilitas yang lebih lagi," ujarnya. Menurut dia, Latma USAF-TNI tidak mudah karena perbedaan bahasa, budaya, geografi dan sejarah.

Sumber: Suara Karya

Pangarmatim Resmikan KAL Kudungga

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto Menyematkan Tanda Pangkat Dan Jabatan kepada Komandan Kal Kudungga Kapten Laut (P) Dexa Sephtian Burlis sebagai Tanda Diresmikan Dan dikukuhkannya Komandan Kapal Angkatan Laut (KAL) Kudungga di Dermaga Marine Tanjung Bara PT. Kaltim Prima Coal (KPC) Sangatta kemarin Senin (20/06).

21 Juli 2011, Sanggata (Koarmatim): Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto Meresmikan dan mengukuhkan Komandan Kapal Angkatan Laut (KAL) Kudungga dalam sebuah upacara militer yang bertempat di Dermaga Marine Tanjung Bara PT. Kaltim Prima Coal (KPC) Sangatta kemarin Senin (20/06). Bertindak sebagai Komandan Upacara (Danup) Kapten Laut (PM) Denny Nixon Ogi. SAP. dengan pasukan upacara terdiri dari 1 peleton prajurit Lanal Sangatta, 1 peleton perajurit Kodim 0909/SGA, 1 peleton anggota Polres Kutim, 1 peleton Satpol PP Kutim, 1 peleton Security PT. KPC Sangatta dan 1 peleton Korsik Kab. Kutim.

Upacara tersebut dihadiri oleh Dan Seskoal Laksma TNI Arif Sumartono, Danlantamal VI Brigjen Mar Chaidier Patonnory beserta ibu, Danguspurlatim Laksma TNI Sulaeman B. M.Sc, Bupati Kutai Timur Ir.H. Isran Noor. M.Si beserta ibu, Wakil Bupati Kutai Timur beserta ibu, Para Danlanal jajaran Lantamal VI beserta ibu, Dandim 0909/SGA beserta ibu,Kapolres Kutim beserta ibu, Sekda Kutim Ir. H. Ismunandar, MT, Wakil Ketua DPRD Kutim beserta ibu, Ketua Pengadilan Negeri Kutim beserta ibu, Kepala Kejaksaan Negeri Sangatta beserta ibu, Anggota DPRD Kutim, Asisten I s.d III Pemkab Kutim, Seluruh Kepala Dinas dan Badan Pemkab Kutim, Tokoh Agama, Adat dan Pemuda Kutim, Pimpinan Perusahaan yang ada di kota Sangatta/mewakili.

Puncak acara dalam upacara itu ditandai dengan pengukuhan dan pemasangan tanda pangkat dan Jabatan oleh Pangarmatim Pangarmatim kepada Komandan Kal Kudungga Kapten Laut (P) Dexa Sephtian Burlisdilanjutkan. Selanjutnya Kal Kudungga diresmikian ditandai dengan penekanan tombol membuka tirai papan nama Kal Kudungga diteruskan pemecahan kendi oleh ibu Pangarmatim drg. Indah Saraswati. Selanjutnya Bupati Kutai Timur Ir.H. Isran Noor, M.Si menyerahkan Pelakat Riwayat Sejarah Kudungga kepada Pangarmatim dan menyerahkan kembali kepada Komandan Kal Kudungga untuk dipasang di Lounge Room VIP Kal Kudungga.

Acara dilanjutkan dengan pisah sambut Komandan Lanal Sangatta dari Letkol Laut(P) Bambang Irawan kepada Letkol Laut (E) Yudhi Bramantyo Nursasongko beserta ibu di Gedung Serba Guna Pemkab Kutim.

KAL Kudungga dipesan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dari PT. Pelindo Batam. Dalam waktu dekat kapal ini akan dipersenjatai dengan meriam kaliber 20 mm yang mampu menembakkan 1.000 peluru per menit. Kasarmatim menyambut baik kehadiran kapal ini, sebagai sarana pengamanan wilayah keamanan laut Kutim yang cukup panjang sekaligus penguatan pengamanan obyek vital nasional.

Sementara itu Bupati Kutim Isran Noor dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemkab Kutim membeli kapal patrol untuk tiga kepentingan. Pertama, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara dalam memelihara kedaulatan. Kedua, menekan tingginya penjarahan di kawasan ALKI II yang mengakibatkan hilangnya kekayaan Negara. Ketiga, strategi pertahanan dan keamanan rakyat semesta. “Inilah yang coba dikontribusikan Pemkab Kutim,” katanya.

Menurut Bupati Kutim, bahwa pembelian kapal ini telah mendapatkan persetujuan masyarakat Kutim melalui para wakilnya di DPRD. Kapal ini juga akan memberikan manfaat riil secara material dan immaterial. Misalnya sebagai sarana pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia pada daerah utara Pulau Kalimantan, memudahkan dalam pendistribusian bantuan bahan makanan, pakaian dan obat-obatan sebagai langkah penanggulangan korban bencana alam, serta sebagai sarana mendukung program social kemasyarakatan.

Dikatakan Bupati Kutim, bahwa kapal tersebut tetap milik Pemkab Kutim dan tidak dihibahkan ke TNI AL. Biaya operasional kapal juga tetap ditanggung Pemkab. Namun pengelolaannya akan dilakukan melalui kerjasama dengan TNI AL. “Kapal akan dioperasikan oleh TNI AL, dan akan diwaki oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dan kepolisian.

Sumber: Dispenarmatim