Rabu, 21 September 2011

Cina Luncurkan Kapal Cepat Rudal Pakistan


22 September 2011, Jakarta (Berita HanKam): KASAL Pakistan Admiral Noman Bashir menghadiri peluncuran kapal cepat rudal pertama di galangan kapal Xingang, Tianjin, Cina, Selasa (20/9).

Kapal dibangun oleh China Shipbuilding Industry Corp. (CSOC) setelah memenangkan tender pembuatan dua kapal cepat rudal. Tender diumumkan Februari 2010 dan diumumkan CSOC sebagai pemenang Desember 2010. Konstruksi kapal dimulai pada Maret 2011 dan diharapkan PNS Azmat dioperasikan April 2012.

Kapal kedua akan dibangun di Karachi, Pakistan.

Kapal cepat rudal kelas Azmat berbobot 500-600 ton, dilengkapi delapan rudal anti kapal C-802A/CSS-N-8 Saccade dengan jarak jelajah 180 km dengan awak kapal 12-14 orang setengah dari jumlah awak kapal sejenis. Harga satu unit kapal diperkirakan senilai 50 juta dolar.

Admiral Bashir mengatakan Azmat akan dilengkapi persenjataan dan sensor canggih untuk melakukan berbagai macam misi.

Upacara peresmian dihadiri juga Presiden CSOC, pimpinan dan managemen CSOC serta Duta Besar Pakistan untuk Cina.

Sumber: APP

Gladi Pengamanan VIP (Pesonel Security Detail)


22 September 2011, Surabaya (Koarmatim): Gladi Pengamanan Very Important Person (VIP) Personel Security Detail (PSD) merupakan materi kegiatan Latihan Bersama (Latma) Flash Iron 11-02 JCET antara Kopaska TNI AL dan US Navy Seal. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda Surabaya, Rabu (21/09). Materi latihan dilaksanakan melalui dua tahap yaitu pengamanan VIP saat hendak masuk sebuah gedung dan praktek pengawalan saat keluar masuk kendaraan.

Simulasi latihan tersebut yaitu, tim Kopaska dan Navy Seal sedang melakukan pengawalan terhadap VIP melalui jalur darat. Iring-iringan kendaraan melintasi jalan perkotaan menuju sebuah tempat rapat konferensi. Ketika rombongan melintas terjadi kontak bersenjata oleh sekelompok musuh. Tim pengawal yang terdiri dari personel Kopaska dan Navy Seal langsung membalas tembakan ke arah datang kontak bersenjata sambil tetap mengamankan VIP yang mereka kawal.



Kendaraan VIP yang menjadi target musuh mengalami kerusakan parah sehingga tim pengawal terpaksa harus mengevakuasi pejabat penting tersebut ke kendaraan lain. Tim Kopaska dan Navy Seal berhasil mengevakuasi pejabat tersebut hingga selamat menuju tempat Konferensi para pejabat dari berbagai negara itu. Namun tantangan dari tim pengawal tidak berhenti sampai di situ.

Tiba di halaman gedung konferensi para pendemo sudah menyambut setiap pejabat penting yang akan hadir dengan orasi-orasi dan yang hampir menimbulkan tindakan anarki. Selain itu para awak media berusaha untuk konfirmasi tentang tujuan rapat konferensi itu. Tim pengaman berusaha menghalau kerumunan massa dan berusaha mengantisipasi ancaman dari penembak jitu (Sniper) yang setiap saat beraksi dari tempat-tempat tersembunyi.

Drama pertempuran itu diakhiri dengan baku tembak antara tim Kopaska dan Navy Seal dengan para pengacau di Bandara Juanda lama. Meskipun terjadi kontak tembak yang sengit namun tim pengawal dapat melindungi keselamatan VIP hingga keluar dari area berbahaya itu.

Gladi pengamanan dan VIP itu merupakan bagian dari kemampuan tempur perang kota Urban Warfare, Markmanship sebagai dasar menembak dan Personel Security Detail (PSD). Kemampuan tempur Personal Security Detail sangat perlu dikuasi setiap personel Pasukan Katak meskipun pada saat damai. Hali itu guna menghadapi tugas pengamanan dan pengawalan terhadap siapapun yang keselamatan jiwanya harus mereka lindungi.

Sumber: Koarmatim

Tidak Ada Anggaran Yang Digelapkan oleh Kemhan


22 September 2011, Jakarta (DMC): Pada tanggal 14 September 2011, Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI memenuhi undangan Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI membahas rincian APBN-P Kemhan/TNI Tahun Anggaran 2011. Dua hari sesudahnya pada tanggal 16 September 2011 beberapa Media Cetak Nasional memberitakan sejumlah hal yang dibicarakan dalam rapat tersebut diantaranya terkait perubahan jumlah alokasi anggaran dalam APBN-P Kemhan/TNI 2011 yang dianggap dilakukan sepihak oleh Kemhan dan dugaan penggelapan anggaran Kemhan.

Menanggapi pemberitaan tersebut Kemhan melalui Pusat Komunikasi Publik (Puskom Publik) memandang perlu untuk meluruskannya. Pada Kesempatan ini Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, jelas bahwa tidak ada anggaran yang digelapkan oleh Kemhan sebagaimana yang diberitakan di media massa.

Pembahasan alokasi APBN-P 2011 diawali melalui Raker Komisi I DPR RI dengan Menhan dan Panglima TNI pada tanggal 6 Juli 2011 yang menyimpulkan bahwa Kemhan direncanakan mendapat alokasi anggaran dalam APBN-P 2011 sebesar Rp. 2,485 T.

Sedangkan, berdasarkan dari hasil Raker Banggar DPR RI dengan Pemerintah tanggal 5 s.d 22 Juli 2011, Kemhan mendapat tambahan dari optimalisasi sebesar Rp. 50 Milyar untuk Alat Kesehatan Rumah Sakit KRI dr. Suharso.

Sementara itu, pada rapat kerja antara Kemkeu dengan Komisi I DPR tanggal 19 September 2011 dimana Kemkeu diwakili Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menjelaskan, bahwa Rp. 443 M dari alokasi anggaran dalam APBN-P 2011 sebesar Rp. 2,485 T dialokasikan untuk menampung luncuran Pinjaman Dalam Negeri TA 2010. Sehingga untuk alokasi APBN-P Kemhan 2011 menjadi sebesar 2,041 T ditambah dengan tambahan dari optimalisasi sebesar Rp. 50 M untuk Alat Kesehatan Rumah Sakit KRI dr. Suharso, sehingga total keseluruhan menjadi Rp. 2.091 T.

Terakhir, karena Rp. 41 M untuk KRI Soeharso dan sedang dilaksanakan kegiatannya berdasarkan DIPA UO TNI AL No: 0005/012-23.1.01/00/2011 Revisi II tanggal 30 Mei 2011, maka pengusulan daftar kegiatan dan anggaran percepatan MEF dan Non MEF melalui APBN-P TA 2011 menjadi sebesar Rp. 2,050 T.

Dengan penjelasan dari Wamenkeu terkait perubahan alokasi anggaran Kemhan tersebut, Komisi I DPR/RI menyatakan agar proses administrasi diperbaiki dan lebih ditata serta melibatkan Komisi I dalam pengambilan keputusan, untuk menghindari terjadinya kesalahan persepsi dalam hal penggunaan anggaran negara.

Sumber: Kemhan

Menhan Mengajak Pengusaha Ikut Bangun Industri Pertahanan Dalam Negeri


21 September 2011, Jakarta (DMC): Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengajak pengusaha nasional untuk turut berperan aktif bersama – sama pemerintah dalam meningkatkan pembangunan industri pertahanan dalam negeri. Peluang pengusaha secara umum dapat berperan dan berkontribusi sebagai industry pembuat komponen/suku cadang/spareparts yang sekaligus dapat sebagai pengusaha industri pertahanan non Alutsista.

Harapan tersebut disampaikan Menhan saat memberikan ceramah pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Latihan Nasional (Diklatnas) Angkatan II Kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Rabu Sore (21/9) di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta. Dalam ceramahnya kepada 112 peserta yang berasal dari BPD seluruh Indonesia dan BPP HIPMI tersebut, Menhan mengangkat tema ”Meningkatkan Peran Pengusaha Nasional Dalam Industri Alutsista”.

Diklatnas Angkatan II Kader HIPMI diselenggarakan selama lima hari mulai tanggal 19 sampai dengan 23 September 2011. Diklat kedua kalinya di Lemhannas tersebut dengan tujuan untuk memantapkan nilai – nilai kebangsaan bagi kader- kader HIPMI sehingga menjadi pengusaha yang tangguh, profesional dan negarawan.

Lebih lanjut Menhan mengatakan, untuk mencapai kemandirian di bidang industri pertahanan itu tidak dapat hanya dilakukan secara sendiri oleh pemerintah, tetapi memerlukan kerjasama dengan pihak swasta yaitu para pengusaha. Pemerintah juga telah memberikan peluang kepada industri pertahanan dalam negeri baik Alutsista maupun Alutsista melalui kebijakan setiap pengadaan diusahakan mengutamakan menggunakan produk – produk dalam negeri.

“Kita menggunakan prinsip Indonesia in Coorporated, kalian saudara - saudara bagian dari kita, kalau kalian mau aktif di bidang industri pertahanan, kita lakukan bersama-sama, dan itu ternyata hasilnya lebih baik dari pada kita sendiri - sendiri”, jelas Menhan.

Lebih lanjut Menhan menjelaskan, sebetulnya bisnis di bidang industri pertahanan memiliki peluang yang cukup baik, karena saat ini khususnya untuk negara – negara ASEAN masih net importer. Pangsa pasarnya besar, seluruh ASEAN itu 25 Milyar US Dolar pertahun. “Bayangkan yang dibelanjakan oleh 10 negara ASEAN, jadi Industri pertahanan ASEAN kalau dilihat marketnya besar”, tambah Menhan.

Menhan menambahkan, besarnya peluang untuk bisnis industri pertahanan kedepan juga didukung dengan telah disusunnya komitmen membangun industri pertahanan ASEAN secara bersama sama dalam kesepakatan kolaborasi industri pertahanan ASEAN yang telah disepakati dalam ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM).

Untuk Indonesia sendiri termasuk satu satu negara dari empat negara yang diandalkan dikawasan ASEAN selain Thailand, Malaysia dan Singapura. Industri pertahanan Indonesia termasuk yang di depan yang juga diharapkan dapat mensuplay Alutsista di kawasan ASEAN.

Sumber: Kemhan

Korps Marinir Tugaskan 136 Prajurit Amankan Pulau Teluar


22 September 2011, Surabaya (KOMPAS.com): Sebanyak 136 prajurit Korps Marinir (Pasukan Marinir) Pasmar-1 yang tergabung dalam Satgas Pam Puter XI (Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar XI) meninggalkan Surabaya dengan KRI Teluk Lampung 540, Kamis (22/9/2011).

Mereka bertugas berangkat mengamankan Pulau Terluar di antaranya Pulau Brass dengan kekuatan 21 personel, di Pulau Fanildo dengan 30 personel, Pulau Fanni dengan 30 personel dan Pulau Rote dengan kekuatan 30 personel.

Mereka menggantikan Satgas Puter X. Lokasi penugasan tersebut merupakan daerah perbatasan laut dengan Republik Palau di Pulau Brass, dan selebihnya merupakan wilayah perbatasan dengan Australia.

Dalam sambutan Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir Ichwan Dargianto menyampaikan pesan Danpasmar-1 agar setiap prajurit mampu mengendalikan diri dan dengan cepat beradaptasi menyesuaikan keadaan di penugasan sebagai personel yang akan menempati pulau-pulau terluar wilayah timur.

"Di mana personel akan di tempatkan, saya yakin dan percaya para Prajurit yang akan berangkat mengamankan pulau terluar sanggup mengatasi semua permasalahan di medan tugas dan menjaga nama baik TNI-AL khususnya Korps Marinir karena penugasan merupakan tugas mulia demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI," ungkapnya.

Sumber: KOMPAS

Latihan Bersama Elang Malaysia Indonesia 2011

21 September 2011, Kubu Raya (ANTARA News): Komandan Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Letkol Penerbang Deni Hasoloan Simanjuntak (tengah depan), bersama sejumlah penerbang dari TNI AU dan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) berfoto bersama sebelum upacara pembukaan Latihan Bersama Elang Malaysia Indonesia (Malindo), di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (21/9). Latma Elang Malindo yang diikuti anggota TNI AU dan TUDM tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan operasi bersama dan merupakan rangkaian dari kerjasama dua negara yang telah terjalin selama ini. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/pd/11)


Sejumlah anggota TNI AU membopong anggota Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang jatuh pingsan saat mengikuti upacara pembukaan Latihan Bersama Elang Malindo di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (21/9). Tidak diketahui penyebab yang mengakibatkan anggota TUDM itu jatuh pingsan dan kemudian membentur aspal. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/Koz/pd/11)

Tentara RI dan Malaysia Akur Antisipasi Teroris

Danlanud Supadio, Kolonel Penerbang Kustono (kiri), didampingi Ketua Staf Operasi Marka I Division Udara Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM), Brigjen Abdul Muthalib bin Abdul Wahab memeriksa pasukan saat upacara pembukaan Latihan Bersama Elang Malaysia Indonesia (Malindo) ke-24 di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (21/9). Latma Elang Malindo yang diikuti anggota TNI AU dan TUDM tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan operasi bersama dan merupakan rangkaian dari kerjasama dua negara yang telah terjalin selama ini. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/pd/11)

21 September 2011, Sungai Raya, Kalimantan Barat (ANTARA News): TNI Angkatan Udara dan Tentera Udara Di Raja Malaysia menggelar latihan bersama guna mengantisipasi gerakan teroris di kedua negara.

"Latihan tahun ini lebih kita arahkan untuk untuk mengantisipasi ancaman teroris di negara Malaysia dan Indonesia," kata Direktur Latihan sekaligus Komandan Lanud Supadio Kolonel Penerbang Kustono di Sungai Raya, Rabu.

Kedua belah pihak melakukan latihan bersama dalam program Elang Malindo XXIV/2011 yang dipusatkan di Lanud Supadio, 21- 28 September.

Selain antisipasi teroris, tujuan utama latihan adalah menjadi sarana menjalin kerja sama dan meningkatkan kualitas personel serta memantapkan koordinasi operasi udara antarkedua Angkatan Udara.

"Serta selalu memperlihatkan suasana persahabatan sebagai negara serumpun, namun tetap didasari dan kesungguhan berdasarkan prosedur tetap yang telah disepakati bersama," tuturnya.

Sumber: ANTARA News