Jumat, 17 Februari 2012

Parlemen Belanda Masih Bingung Soal Leopard

Leopard. (Foto: MATEUS27_24&25)

17 Februari 2012: Pemerintah Belanda tidak menutup kemungkinan akan menjual tank Leopard tuanya ke Indonesia. Demikian pernyataan menteri Belanda Uri Rosenthal (Luar Negeri) dan Hans Hillen (Pertahanan) hari Rabu (15/02) menanggapi pertanyaan tertulis yang diajukan parlemen Belanda medio Januari lalu.

Arjan El Fassed, anggota parlemen dari Partai Kiri Hijau (Groenlinks), pertengahan Januari melayangkan pertanyaan tertulis kepada kabinet setelah laporan berbagai media, baik media Belanda maupun Indonesia, menunjukkan bahwa negosiasi mengenai kesepakatan transaksi belum dihentikan, meski telah ada himbauan dari Parlemen. Radio Nederland menanyakan komentar El Fassed akan tanggapan yang diberikan kabinet.

Belum Bertindak

Anggota parlemen El Fassed kepada Radio Nederland mengatakan, parlemen belum mengambil tindakan karena belum ada kesepakatan apa-apa. Namun jika kesepakatan sampai diambil, kabinet harus tetap menginformasikannya dulu kepada parlemen. Dan saat itu akan ditinjau kembali apakah situasi hak asasi manusia masih terancam di Indonesia.

Sebelum Kementerian Pertahanan diizinkan melakukan transaksi alutsista dengan negara tertentu, mereka harus meminta rekomendasi dari Kementerian Luar Negri mengenai situasi terkini di negara tersebut. Rekomendasi tersebut lalu harus disampaikan ke Parlemen. Stempel "kondusif/ tidak kondusif" dari Kemenlu sangat berperan dalam menentukan kelanjutan transaksi.

"Mayoritas anggota parlemen telah meminta pemerintah Belanda untuk tidak menjual tank Leopard ke Indonesia karena keterlibatan militer Indonesia dengan pelanggaran hak asasi manusia. Di Belanda berlaku bahwa transaksi alat utama sistem senjata (alusista) senilai di atas 2 juta Euro harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari parlemen. Yang terjadi saat ini adalah mayoritas anggota parlemen menyetujui bahwa situasi Indonesia tidak kondusif untuk membeli tank-tank kami."

Jangan Gegabah


"Indonesia dan beberapa negara lain telah menunjukkan minatnya membeli tank Leopard. Pembicaraan tertutup telah dilakukan dengan negara-negara tersebut yang dapat berujung pada kesepakatan penjualan,'' kata menteri Rosenthal dan Hillen. Jika proses telah sampai pada tahap tersebut, para menteri sebelumnya diharuskan melaporkan hal ini pada Parlemen.

"Kalau pada akhirnya kabinet Belanda memutuskan mengikat kesepakatan dengan Indonesia, tetap saja harus dilihat kemungkinan adanya pelecehan hak asasi manusia. Saat ini, sampai saat ini, kebanyakan dari kami merasa transaksi tidak boleh dilakukan. Adanya penjualan bisa diartikan sebagai sinyal yang salah dari pemerintah Belanda, jika kita melihat situasi di Papua Barat saat ini," demikian El Fassed menjelaskan kepada Radio Nederland.

Ketika ditanya apakah Belanda akhirnya tidak rugi kalau begitu saja melewatkan kemungkinan transaksi senilai 213 juta dollar yang sanggup dikeluarkan pemerintah Indonesia demi rongsokan tanknya, El Fassed mengatakan Belanda tidak boleh gegabah dan harus tetap berpegang pada peraturan yang ada.

"Yaaah, kalau mengenai masalah itu kita kembali lagi ke debat tak berujung; uang atau moral. Tapi kami (parlemen) berpegang pada ketetapan Eropa yang mengatakan dalam transaksi senjata kita harus mencermati risiko pemakaian senjata tersebut di kemudian hari."

Menghalau Demonstrasi


Indonesia dinilai masih sangat kurang menghormati hak-hak asasi manusia, terutama di Papua Barat. Parlemen mengkhawatirkan Indonesia akan menggunakan tank Leopard untuk menekan rakyatnya. Apakah Indonesia sebegitu tidak dipercayanya untuk diperbolehkan membeli tank?

"Begini, keberatan bukan hanya datang dari parlemen Belanda. DPR Indonesia sendiri juga tidak seluruhnya sepaham kok. Mereka meragukan apakah tank ini cocok untuk situasi di sana. Apakah dana yang dialokasikan tidak ketinggian. Tapi itu urusannya parlemen Indonesia, bukan urusan saya", tegas anggota parlemen Belanda ini.

"Lagipula Indonesia itu terdiri dari banyak pulau. Tank semacam ini bukanlah senjata yang efektif digunakan di situasi kepulauan. Karena itu menurut kami hanya ada satu alasan mengapa mereka mau membeli tank ini; untuk digunakan di kota besar untuk memadamkan pemberontakan-pemberontakan seperti yang Anda lihat terjadi di negara-negara arab. Kemungkinan inilah yang ingin kami cegah."

Tidak Kecolongan Lagi


Bagaimana dengan desakan untuk berhemat bagi Kementerian Pertahanan, seperti layaknya bagi semua institusi pemerintahan di Belanda?

"Ya betul. Tapi walaupun demikian transaksi tidak harus buru-buru dilakukan. Nilai pakai tank tidak akan lantas berkurang. Menurut kami langkah penghematan tidak boleh dijadikan alasan untuk begitu saja berkelit dari peraturan yang telah ditetapkan Eropa atas penjualan senjata," lanjut El Fassed.

Menurutnya Belanda harus lebih berhati-hati agar tidak dipermalukan lagi seperti yang terjadi tempo hari di Bahrain dan Mesir, juga Libya. Melalui layar televisi kita melihat tank-tank Belanda digunakan untuk menghalau para demonstran. Saat itu Den haag kecolongan karena mereka tidak menyelidiki perihal ini dengan cermat. Demikian Arjan El Fassed kepada Radio Nederland.

Sumber: RNW

RI-China Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Rudal C-705.

17 Februari 2012, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara, yang telah terjalin baik, utamanya dalam industri pertahanan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin saat ditemui ANTARA di Jakarta, Jumat petang mengatakan, komitmen memperkuat kerja sama industri pertahanan keduua negara menjadi salah satu topik utama bahasan antara Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dengan mitranya Menteri Pertahanan China Jenderal Liang Guanglie di Beijing pekan depan.

"Kami sudah melakukan banyak kerja sama baik pendidikan dan latihan pertukaran perwira dan lainnya, dan kita juga telah merintis beraam kerja sama industri pertahanan," kata Brigjen Hartind Asrin.

Kerja sama pertahanan kedua negara sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, hingga pada 2006 telah dirintis forum konsultasi bersama yang pertama di Jakarta dan dilanjutkan dengan forum konsultasi bilateral kedua pada 2007 di Beijing.

Forum tersebut sangat baik dan dapat membantu dalam meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan kedua negara, yang telah dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan Defence Cooperation Agreement (DCA) antara Indonesia-China pada 2007.

Meskipun DCA tersebut masih dalam proses ratifikasi di Indonesia dan belum dapat dilaksanakan,Menhan Purnomo mengharapkan forum konsultasi bilateral kedua negara dapat terus dilaksanakan sebagai wahana untuk meningkatkan hubungan bilateral bidang pertahanan.

Selain melakukan kunjungan kehormatan kepada Menhan China, Menhan Purnomo Yusgiantoro juga berencana melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Perdana Menteri China Li Keqiang.

Tak hanya itu, Menhan juga berencana meninjau perusahaan roket dan peluru kendali China ALIT (Aerospace Long March International Trade and Co.Ltd) dan China Precision Machinery Impor-Export Cooperation terkait proyek peluru kendali C-705 yang diadakan untuk TNI Angkatan Laut.

Sumber: ANTARA News

Produksi N219 Didukung Investor Belanda

N-219 cutaway. (Gambar: Noviarli)

17 Februari 2012, Bandung: Produksi 30 pesawat N219 oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) atas pesanan perusahaan penerbangan PT Nusantara Buana Air (NBA) pendanaannya didukung oleh investor Belanda, RT ComInvestment Co. Ltd.

"Pendanaan untuk produksi 20 pesawat N219 itu sudah ditandatangani di Singapura antara PT NBA dengan RT ComInvesment Co. Ltd., investor asal Belanda hari Rabu lalu," kata Sonny Saleh Ibrahim, Asisten Dirut Bidang Sistem Manajemen Mutu Perusahaan merangkap Pembina Komunikasi Perusahaan PTDI, di Bandung, hari Jumat (17/2).

Sonny Ibrahim menambahkan pada hari yang sama, PTDI menandatangani letter of intent (surat pernyataan minat) pesanan 20 pesawat N219 dan opsi penambahan untuk 10 pesawat berikutnya.

Penandatanganan yang dilaksanakan di sela-sela acara Pameran Dirgantara (Airshow) Singapura itu disaksikan oleh tiga Menteri, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

PTDI dalam acara penandatanganan itu diwakili langsung oleh Direktur Utama Budi Santoso, Direktur Teknologi dan Pengembangan merangkat Direktur Administrasi Dita Donny Jafri, Direktur Aerostructure Andi Alisyahbana, Direktur Aircraft Services Budi Wuraskito dan Direktur Aircraft Integration merangkap Direktur Keuangan Budiman Saleh.

"Kepercayaan yang diberikan kepada PTDI untuk pembuatan pesawat N219 itu semakin menunjukkan bahwa keberadaan kami benar-benar menjadi bagian penting dari berkembangnya transportasi udara di tanah air," kata Sonny Ibrahim, mantan Kepala Program Roket PTDI.

Nilai kontrak dalam rencana pembelian pesawat N219 oleh PT NBA yaitu sebesar 120 juta dolar AS. Kedua perusahaan selanjutnya setuju untuk melakukan diskusi dan negosiasi dalam hal teknik dan aspek bisnis.

N219 merupakan pesawat perintis yang digerakkan oleh dua mesin turboprop dengan jumlah penumpang 19 orang dan dayaangkut (payload) 3.000 kg dan berkecepatan jelajah 213 knots. Saat ini N219 sedang dalam proses pengembangan dengan agenda sertifikasi pada kuartal pertama tahun 2014.

Pesawat N219 dirancang berkemampuan tinggal landas dan lepas landas dari bandara pendek (Short Take Off and Landing/STOL), 600 meter

Pada hari sama dengan penandatanganan pesanan untuk N219 itu, PTDI juga menandatangani kontrak dengan Airbus Military dalam pembuatanan sembilan pesawat transport militer C295. PTDI akan membuat sejumlah komponen penting pesawat tersebut, termasuk bagian ekor, badan pesawat (fuselage).

Pesawat-pesawat C295 yang akan digunakan TNI-AU itu mulai akan diterima antara tahun 2012-2014. Pesawat hasil produksi bersama itu selanjutnya disebut CN-295.

Sumber: ANTARA News

Kontingen Garuda TNI Gunakan Panser VAB pada Latma Neptune Thunder I-12

(Foto: Pasqual GORRIZ/UNIFIL)

17 Februari 2012, Lebanon: Kontingen Garuda TNI bersama beberapa negara yang bertugas di negara konflik Lebanon sebagai Pasukan Perdamaian PBB (Peacekeers) yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), melakukan latihan menembak bersama dengan Lebanese Armed Forces (LAF) pada 14-15 Februari 2012. Dalam latihan bersama tersebut, Kontingen Garuda TNI diwakili oleh Satgas Indonesia Force Protection Company (Indo FPC) XXVI-D2.

Latihan menembak bersama antara UNIFIL dengan Militer Lebanon/LAF dengan sandi "Neptune Thunder I-12" dilaksanakan tidak jauh dari perbatasan Lebanon-Israel, tepatnya di UNP 3-1 Coral Beach Naqoura. Persenjataan yang digunakan dalam latihan tersebut mengutamakan penggunaan Ranpur (Kendaraan Tempur) yang dimiliki oleh negara-negara yang tergabung dalam misi UNIFIL, seperti yang digunakan oleh Pasukan Irlandia dengan Mortar Automatic 120 mm dan Granade Launcher 40 mm.

Satgas Indo FPC menggunakan Ranpur VAB (Vehicule de l'Avant Blinde) yang merupakan kendaraan lapis baja dengan kemampuan senjata SMB Browning kaliber 12,7 mm. Target tembakan dalam latihan tersebut diletakkan terapung di lepas pantai yang disimulasikan sebagai kapal laut.

Keikutsertaan Satgas Indo FPC XXVI-D2 dalam latihan "Neptune Thunder I-12" ini diwakili oleh 15 prajurit di bawah pimpinan Kapten Kav I Nyoman Artawan. Dalam kesempatan ini hadir Komandan Kontingen Garuda TNI Kolonel Adm Darmawan Bakti, yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas FHQSU XXVI-D1, dan Komandan Satgas Indo FPC Kapten Inf Wimoko, didampingi Pasiops Satgas Indo FPC Kapten Psk Firasat Amansyah.

Sebuah kehormatan bahwa Project Officer dalam latihan Neptune Thunder berasal dari Prajurit TNI yaitu Kapten Inf Fanny Pantouw, yang sehari-hari menjabat sebagai Staff Officer J-7 UNIFIL. Prajurit TNI yang mengikuti latihan ini dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik.

"Latihan Neptune Thunder I-12 kali ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan keahlian di bidang pertahanan dan pengetahuan bersama antara pasukan yang tergabung dalam misi UNIFIL. Untuk masa yang akan datang pasukan Garuda TNI merencanakan menggunakan Kendaraan Tempur buatan dalam negeri ANOA, agar dapat memperkenalkan produk persenjataan militer yang dibuat oleh Indonesia ke dunia Internasional," demikian yang dikatakan Kolonel Adm Darmawan Bakti.

Sumber: KOMPAS

Kamis, 16 Februari 2012

TNI AL dan RAN Gelar Latma Cassuex 2012


16 Februari 2012, Surabaya: Kondisi geografis Indonesia sebagian besar wilayahnya adalah lautan, hal itu membutuhkan pengawasan dan penjagaan perairan Indonesia lebih ketat, apalagi perairan yang berbatasan dengan negara-negara tetangga. Untuk pengawasan perairan yang berbatasan dengan negara tetangga diperlukan koordinasi dan kerja sama secara bilateral maupun multilateral. Salah satu kerja sama tersebut dilakukan antara Indonesia dengan Australia melalui Latihan Bersama Angkatan Laut kedua negara dengan sandi Cassoary Exercise (Cassuex) tahun 2012, yang dilakukan oleh jajaran TNI AL yang berada di Koarmatim dengan Royal Australia Navy (RAN).

Kegiatan Latma Australia Indonesia (Ausindo) tahun 2012 ini masih dibahas secara intensif dalam rapat perencanaan / Initial Planing Coference (IPC) dan Final Planing Conference (FPC) di gedung Pusat Latihan Kapal Perang (Puslat Kaprang) Komado dan Latihan (Kolat) Koarmatim Ujung Surabaya, selama tiga hari mulai tanggal 14-16 Februari 2012.

Delegasi dari angkatan laut kedua negara membahas rencana Latma Ausindo dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Harjo Susmoro yang menjabat sebagai Perwira Bantuan (Paban) V Staf Operasi Angakatan Laut (Sopsal) Mabesal Jakarta. Sedangkan dari pihak Royal Australian Navy (RAN) mengirimkan tiga orang perwiranya yang dipimpin oleh Atase Pertahan (Athan) Australia untuk Indonesia Captain Katja Bizil. Dalam rapat perencanaan tersebut Captain Katja Bizil didampingi Lieutenant Commander Corby dari penerbang RAN dan SQ NLDR Murray dari Royal Air Force (RAF).

Materi latihan terus dibahas dalam rapat tersebut guna menyamakan persepsi antara delegasi mengenai rencana operasi tersebut, baik dalam hal teknik dan taktik manuver dilapangan nantinya. Rencananya Latma Ausindo 2012 akan melibatkan 2 unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang berada di Jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmatim yaitu KRI Kakap-811 dan Tongkol-813. Sedangkan dari pihak Australia akan mengerahkan beberapa kapal perang dan pesawat intai maritim. Daerah latihan meliputi perairan disekitar perbatasan Indonesia dan Australia serta dilaksanakan pada pertengan tahun 2012 selama kurang lebih 2 pekan.

Dalam manuver lapangan (manlap) nantinya unsur kapal perang kedua negara akan melaksanakan beberapa latihan diantaranya Manuvra Taktis (Mantak), Flash Exercise (Flasex), dan beberapa latihan operasi penanggulangan aksi kejahatan dan terorisme di laut melalui Maritime Interdiction Operation (MIO) antara tim Boarding Search And Seizure (VBSS) dari masing-masing kapal perang. Latihan ini memilki fungsi yang strategis dalam menjalin kesepahaman operasional penindakan setiap pelanggaran garis batas laut kedua negara dan menjalin komunikasi dan kordinasi yang baik.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL dan menjalin kerjasama saling menguntungkan antar Angkatan Laut kedua negara dengan dasar saling menghargai dan menghormati sesama negara yang berdaulat. Untuk menjalin persahabat yang lebih erat, Athan Australia untuk Indonesia melaksanakan kunjungan kerja (Courtesy Call) ke Koarmatim yang diterima Kepala Staf Armatim Laksamana Pertama TNI Djoko Teguh Wahojo di Mako Koarmatim Ujung Surabaya, Kamis (16/02). Kunjungan kerja tersebut membicarakan tentang beberapa hal diantaranya mengenai rencana latihan bersama Ausindo tahun 2012.

Australia Bantu Perlengkapan Laboratorium Kobangdikal


Pemerintah Australia berencana memberikan bantuan fasilitas dan perlengkapan laboratorium bahasa kepada Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal).

Rencana pemberian bantuan itu disampaikan Atase Angkatan Laut Australia, Kolonel Katja Bizilj CSC, saat bertemu Komandan Kobangdikal Laksamana Muda TNI Sadiman di lobi Gedung Ki Hadjar Dewantara, Bumimoro, Surabaya, Kamis.

Mengutip siaran pers dari Bagian Penerangan Kobangdikal, Kolonel Katja Bizilj, mengatakan bahwa bantuan fasilitas itu merupakan berupa peralatan standar untuk menunjang kegiatan belajar di laboratorium bahasa.

"Kobangdikal tinggal menyiapkan ruang untuk laboratorium bahasa, dan kami akan mengisi laboratoriun tersebut dengan peralatan dan fasilitas sebuah laboratorium bahasa modern," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa Angkatan Laut Australia sedang menjalankan program "The New Australian Navy" ini bertujuan meningkatkan profesionalisme personel dan modernisasi peralatan.

Usai melakukan pertemuan, Katja yang didampingi stafnya Kapten Couper meninjau langsung tempat yang rencananya dijadikan laboratorium bahasa di Pusat Pendidikan Bantuan Administrasi.

Sumber: Dispenarmatim/ANTARA News

ABK KRI Sultan Iskandar Muda-367 Menerima United Nations Medal


16 Februari 2012, Lebanon: Setelah melaksanakan penugasan selama 4 (empat) bulan lebih sebagai Pasukan pemelihara perdamaian (Peacekeeping) dibawah komando MTF UNIFIL seluruh prajurit Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL mendapatkan penganugerahan penghargaan United Nations (UN) Medal yang disematkan langsung oleh MTF Commander RADM Luiz Henrique Caroli kepada Komandan KRI SIM-367 Letkol Laut (P) Agus Hariadi selaku Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL sebagai perwakilan dan pada kesempatan yang sama juga diberikan kepada Chief of Staff MTF Kolonel Laut (P) Bambang Irwanto.

United Nations Medal Parade merupakan upacara penganugerahan medali dari Dewan keamanan PBB kepada para Peacekeeper yang memenuhi syarat penugasan peacekeeping dan berkontribusi dalam tugas penegakan dan pemeliharaan perdamaian sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701.

Dalam amanatnya RADM Luiz Henrique Caroli menyampaikan apresiasi dan perhargaan yang tinggi atas partisipasi ABK KRI SIM-367 dalam upaya memelihara perdamaian di Lebanon.Sejak bergabung dengan UNIFIL MTF tanggal 1 Oktober 2011. KRI SIM-367 secara aktif memberikan kontribusi positif mulai dari pelaksanaan MIO, patroli rutin,latihan bersama dengan LAF Navy maupundengan unsur-unsur MTF lainnya diAMO.Pada akhir sambutannya MTF Commander mengharapkan kepada Pemerintah Indonesia secara kontinyu melalui Angkatan Laut Indonesia untuk selalu berpatisipasi pada misi perdamaian guna menjaga stabilitas keamanan di Lebanon.

Berikut kutipan amanat MTF Commander “...I wish to thank the Goverment of Indonesia for assigning KRI SULTAN ISKANDAR MUDA to UNIFIL. MTF is looking forward to continuing working with Indonesian Navy to help keeping the peace and stability in Lebanon.”

Acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI H.E Dimas Samodra Roem, Komandan Satgas FHQSU, Wadan Sector East, Komandan SEMPU, Staff Officer dari UNIFIL MTF dan segenap undangan dari kalangan pejabat UNIFIL maupun masyarakat setempat.

Sumber: Dispenarmatim

Biak Disiapkan Sebagai Skadron Pesawat Tempur


6 Februari 2012, Biak: Pangkalan Udara Manuhua STAB di Kabupaten Biak Numfor, Papua dipersiapkan untuk skadron pesawat tempur dalam rangka menunjang tugas operasional Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV di kawasan Timur Indonesia.

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Biak Marsekal Pertama TNI Dedy Nita Komara di Biak Kamis mengatakan, untuk pengembangan pengamanan wilayah udara NKRI di kawasan Papua, keberadaan pangkalan udara Manuhua Biak masuk dalam rencana pengembangan sebagai pangkalan skadron pesawat tempur TNI AU.

"Keberadaan bandara Lanud Manuhua Biak sangat strategis dan memenuhi syarat bisa dikembangkan menjadi pangkalan skadron pesawat tempur, ya pada tahun 2014 diharapkan program ini dapat terwujud," ungkap Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Dedy.

Ia mengakui, untuk idealnya pengembangan pangkalan skadron pesawat tempur di Lanud Manuhua empat flight dengan 12 pesawat tempur.

Dengan kondisi pangkalan udara Manuhua Biak saat ini, lanjut Marsma Dedy, yang sangat luas dan memenuhi syarat paling tidak dapat menampung delapan pesawat tempur TNI AU.

"Jika rencana skadron pesawat tempur TNI AU dibuka di Biak maka akan menunjang operasi Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Biak menjaga pengamanan wilayah udara NKRI khususnya di wilayah Papua sekitarnya," ungkap Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Dedy Nita Komara.

Hingga Kamis siang, tiga pesawat tempur F16 skadron Iswahyudi Madiun, dua Hercules, serta satu helikopter Puma berada di bandara Lanud Manuhua Biak untuk mendukung latihan cakra dan operasi "Tangkis Petir" yang diselenggarakan Kosek Hanudnas IV Biak mulai 16-21 Februari 2012.

Sumber: ANTARA News