Minggu, 14 Agustus 2011

Konga XX-H Bangun Jalan Dungu-Duru

Disepanjang pembangunan jalan Dungu-Duru tersebut, sering dijumpai kampung-kampung warga masyarakat setempat yang rata-rata bekerja sebagai petani di ladang. (Foto: Puspen TNI)



14 Agustus 2011, Kongo (Pos Kota): Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-H/MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) pimpinan Letkol Czi Widiyanto selaku Komandan Satgas (Dansatgas), tengah membangun jalan Dungu-Duru sepanjang 94 Km. Hal ini berdasarkan Operation Order Force Commander (FC) MONUSCO di Kinshasa Nomor 33/11 tertanggal 7 Juni 2011 dan ditargetkan selesai pada Februari 2012.



Disepanjang pembangunan jalan Dungu-Duru, Afrika, tersebut sering dijumpai kampung-kampung warga masyarakat setempat yang rata-rata bekerja sebagai petani di ladang. Pada saat ini, di Dungu mulai musim penghujan. Oleh sebab itu, masyarakat banyak yang memanfaatkan lahan ladang mereka untuk ditanami jagung, padi, kacang dan lain-lain.



Menurut Letkol Czi Widiyanto, Satgas Kizi TNI mempunyai tugas pokok merehabilitasi dan membangun infrastruktur berupa jalan dan jembatan. Selama melaksanakan tugas di Kongo, sampai saat ini prajurit TNI tidak mengalami hambatan yang berarti. Masyarakat setempat sangat antusias melihat secara langsung bagaimana kinerja prajurit TNI di lapangan, bahkan masyarakat di sekitar banyak yang menonton dan merasa heran ketika melihat peralatan berat TNI di lapangan pada saat pembukaan jalan.



Masyarakat disepanjang jalan Dungu-Duru sangat antusias menyambut adanya pembangunan jalan oleh Kontingen Garuda XX-H. (Foto: Puspen TNI)



Jalan ini juga menjadi satu-satunya akses ekonomi penduduk di wilayah Duru, karena hampir sebagian besar kebutuhan pokok penduduk tersebut berasal dari Dungu. (Foto: Puspen TNI)



Masyarakat di sepanjang pedalaman Kongo umumnya masih baru pertama kali melihat alat berat Zeni tersebut. Peralatan yang diawaki oleh prajurit-prajurit TNI yang profesional, dapat menumbangkan pohon-pohon besar dan merubah kondisi tanah yang tadinya banyak lubang besar, kini sudah tidak ada lagi.



“Jalan ini juga menjadi satu-satunya akses ekonomi penduduk di wilayah Duru, karena hampir sebagian besar kebutuhan pokok penduduk tersebut berasal dari Dungu. Semua masyarakat disepanjang jalan Dungu-Duru sangat antusias menyambut adanya pembangunan jalan oleh Kontingen Garuda XX-H/MONUSCO”, tambah Dansatgas.



Sumber: Pos Kota

Tidak ada komentar:

Posting Komentar